Stabilitas Inflasi Sumsel Tetap Terjaga
INFLASI: Kenaikan harga daging, ayam ras, dan telur ayam ras mendorong terjadinya inflasi. Hal ini dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat selama periode Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri. -FOTO: KRISAMIAJI/SUMEKS-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Pada Maret 2026, inflasi Provinsi Sumsel tercatat sebesar 0,29% (mtm), menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,58% (mtm).
Secara tahunan, inflasi mencapai 3,09% (yoy), menurun dari 4,36% (yoy), berada di bawah level inflasi nasional yang juga mengalami penurunan menjadi 3,48% (yoy) dari sebelumnya 4,76% (yoy).
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA: Laju Inflasi Sumsel Selama Ramadhan Terkendali, Ini Faktor Penyebabnya
BACA JUGA:Cabai dan Daging Ayam Sumbang Inflasi Sumsel 0,58 Persen di Bulan Ramadan
Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh koreksi harga emas, subsidi ongkos angkutan umum, dan jalan tol.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menjelaskan, secara bulanan inflasi terutama didorong kenaikan harga daging ayam ras (0,06%), bensin (0,03%), telur ayam ras (0,03%), angkutan antarkota (0,02%), dan tarif kendaraan travel (0,02%).
Menurutnya, tekanan harga daging ayam ras dan telur ayam ras dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat selama periode Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.
“Peningkatan tarif angkutan juga terjadi seiring kebijakan pelaku usaha transportasi yang menyesuaikan harga pada periode tersebut,” ujarnya.
Ke depan, tekanan inflasi Sumsel secara bulanan diperkirakan masih berlanjut, terutama didorong normalisasi tarif dan biaya jasa setelah periode mudik.
Di sisi lain, berakhirnya periode HBKN Idulfitri mendorong mulai berlangsungnya normalisasi permintaan, meskipun level harga masih relatif tinggi pada periode pasca-Lebaran serta distribusi yang belum sepenuhnya pulih turut menahan penurunan inflasi.
Selanjutnya, curah hujan pada April yang berada pada level menengah dengan karakteristik hujan lokal pada periode pancaroba perlu tetap diantisipasi guna memitigasi risiko gangguan produksi dan distribusi.
“Perlu dipastikan ketersediaan pasokan komoditas strategis seperti telur dan daging ayam ras, aneka bawang, serta aneka cabai guna menjaga stabilitas harga,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, harga emas perhiasan diprakirakan tetap relatif tinggi seiring meningkatnya ketidakpastian global.
Untuk rangka menjaga stabilitas harga, TPID Sumatera Selatan terus memperkuat koordinasi dan sinergi melalui strategi pengendalian inflasi berbasis 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
