Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

Pendapatan dan Belanja Tumbuh

PENURUNAN EKSPOR: Neraca perdagangan Sumsel mencatat surplus sebesar USD576,54 juta, meskipun terkontraksi sekitar 50,01 persen (yoy) akibat penurunan ekspor komoditas utama seperti batu bara, karet, dan pulp. FOTO: IST--

Belanja Pemerintah Pusat tercatat Rp1,48 triliun (10,19 persen pagu), meningkat signifikan didorong kenaikan belanja pegawai, barang, serta belanja modal akibat efek basis rendah tahun sebelumnya.

Untuk Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi Rp4,83 triliun atau 20,95 persen dari pagu dan tumbuh 0,52 persen (yoy).

TKD tetap menjadi instrumen penting dalam mendukung pembiayaan layanan dasar di daerah, terutama melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik, meskipun terdapat penyesuaian pagu secara nasional.


Iklan Google/Link Sponsor

Sementara itu, kinerja APBD hingga Februari 2026 masih menunjukkan perlambatan. Pendapatan daerah terealisasi Rp2,65 triliun atau 7,08 persen, sedangkan belanja daerah Rp1,81 triliun atau 4,60 persen.

Kondisi ini mencerminkan perlunya percepatan belanja daerah untuk mendorong aktivitas ekonomi.

Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Sumsel mencatat surplus sebesar USD576,54 juta, meskipun terkontraksi sekitar 50,01 persen (yoy) akibat penurunan ekspor komoditas utama seperti batu bara, karet, dan pulp.

Sementara itu, impor tercatat USD212,79 juta, didominasi mesin dan bahan baku, serta tumbuh positif secara tahunan. Di tengah kondisi tersebut, indikator ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga. 

BACA JUGA:Presiden Prabowo Fokuskan APBN 2026 untuk Pendidikan, Kenaikan Gaji PNS Umum Tak Disebut

BACA JUGA:Ngeri-Ngeri Sedap! Defisit 2025 Melebar Akibat APBN Tekor Rp204,2 T, Kehadiran Danantara Salah Satu Penyebab

Inflasi Februari 2026 tercatat 4,36 persen (yoy), dipengaruhi kenaikan harga emas, listrik, dan bahan pangan. Indeks Keyakinan Konsumen masih berada di level optimistis 128,72, dengan aktivitas konsumsi, produksi, dan investasi yang menunjukkan penguatan.

“Perbaikan juga terlihat pada indikator kesejahteraan, tercermin dari penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran serta membaiknya distribusi pendapatan dengan Gini Ratio sebesar 0,298,” pungkas dia. (yun)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan