Awasi Ketat Pasokan BBM dan Infrastruktur
M Yansuri SIP -FOTO: DUDUN/SUMEKS-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Jelang arus mudik Lebaran, Komisi IV DPRD Sumatera Selatan memberikan perhatian serius terhadap kesiapan pelayanan publik, terutama pasokan bahan bakar minyak (BBM) serta kesiapan infrastruktur jalan tol dan jembatan. Langkah ini dilakukan guna memastikan mobilitas masyarakat berjalan lancar tanpa hambatan.
Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, M Yansuri SIP, mengatakan, pengawasan terhadap distribusi BBM menjadi salah satu prioritas utama. Hal ini penting untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Iklan Google/Link Sponsor
“Masalah BBM Pertamina menjadi perhatian kami. Di lapangan sudah dilakukan pemantauan, termasuk kesiapan menjelang Lebaran. Jangan sampai masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan BBM saat mobilitas meningkat,” ujarnya.
Selain BBM, Komisi IV juga menyoroti kesiapan infrastruktur pendukung transportasi. Beberapa proyek strategis seperti jalan tol dan Jembatan Musi Limau diperkirakan dalam waktu dekat sudah dapat digunakan, sehingga diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas saat puncak arus mudik.
Menurut Yansuri, progres pembangunan menunjukkan hasil positif. Jalur tol yang sudah tersambung diharapkan dapat beroperasi dengan baik, sementara sejumlah titik yang sebelumnya menjadi kendala kini dalam tahap perapian akhir. “Artinya, saat Lebaran nanti konektivitas sudah semakin baik. Jalan tol sudah bisa dimanfaatkan, dan beberapa infrastruktur pendukung lainnya juga sudah siap digunakan,” jelasnya.
BACA JUGA:Supra X125 2026 Masih Layak di Beli? Biaya Perawatan, BBM dan Nilai Jual Kembali
BACA JUGA:Toyota Kijang 2026 Masih Jadi Tulang Punggung Mobil Keluarga, Irit BBM Jadi Kunci Utama
Meski demikian, DPRD tetap menegaskan akan melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait, termasuk Pertamina dan pengelola infrastruktur, jika janji kesiapan tersebut tidak terealisasi di lapangan. “Kalau yang dijanjikan tidak terbukti, tentu akan kami panggil, termasuk Pertamina dan pihak jalan tol. Fungsi kami adalah pengawasan agar pelayanan kepada masyarakat benar-benar berjalan,” tegasnya.
Yansuri menambahkan, saat ini pihaknya memilih tidak terlalu sering turun ke lapangan agar tidak menimbulkan kesan situasi darurat atau kepanikan di tengah masyarakat. Apalagi, pemerintah provinsi bersama instansi teknis telah melakukan pengecekan langsung, termasuk Wakil Gubernur dan jajaran Dinas Pekerjaan Umum.
“Kami tidak ingin terkesan mencari-cari kesalahan. Prinsipnya, kalau semuanya sudah dipersiapkan dan berjalan baik, yang penting pelayanan kepada masyarakat saat Lebaran lancar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa fokus utama DPRD adalah memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, tanpa terganggu persoalan kelangkaan BBM maupun hambatan infrastruktur.
“Yang penting Lebaran ini jalan tol berfungsi, jembatan bisa dilalui, dan pasokan BBM aman. Kalau masih ada kekurangan di sana-sini, itu hal lain. Tapi sekarang, berdasarkan laporan, termasuk Pertamina sudah dalam kondisi siap,” tutup Yansuri.
