Tawarkan Promo Buy 1 Get 1 hingga Belanja Rp1, 70 UMKM Ramaikan Pekan Wirausaha Sriwijaya
PEKAN WIRAUSAHA: Suasana pembukaan Pekan Wirausaha Sriwijaya di The Echo Palembang Indah Mall Palembang, Rabu (4/8), yang menampilkan 70 wirausaha dan UMKM Kota Palembang.- FOTO: EVAN ZUMARLI/SUMEKS-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Pekan Wirausaha Sriwijaya 2026 resmi dibuka melalui Opening Ceremony yang digelar di The Echo, lantai 1 Palembang Indah Mall, Rabu (4/2). Kegiatan yang digelar hingga 8 Februari menghadirkan 70 UMKM dengan berbagai promo menarik.
General Manager Palembang Indah Mall, Ongky Prasetyo, mengatakan, Pekan Wirausaha Sriwijaya 2026 dirancang bukan sekadar pameran, tetapi sebagai ruang tumbuh UMKM yang terintegrasi dengan pembiayaan, promosi, dan digitalisasi.
“Ini terobosan kolaborasi besar. UMKM kami beri kesempatan berkembang, dipertemukan dengan perbankan dan asosiasi. Mereka kami dorong menjadi mesin penggerak pertumbuhan UMKM di Kota Palembang,” ujar Ongky usai pembukaan.
Kegiatan ini diikuti 70 UMKM. Namun sebelumnya ada 350 UMKM yang daftar dari berbagai sektor seperti kuliner, makanan ringan, fashion, wastra, dan produk kreatif. “Melalui Pekan Wirausaha Sriwijaya 2026, diharapkan UMKM Palembang semakin berdaya saing, adaptif terhadap transformasi digital, serta mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan regional,” jelasnya.
BACA JUGA:BRI Dorong Wirausaha Muda Tumbuh Lewat Program Pengusaha Muda BRILian 2025
BACA JUGA:Pemuda di Lintas Timur Dilatih Berwirausaha Secara MandiriOleh Dispora OKI
Selama kegiatan ini juga disiapkan sebagai destinasi keluarga dengan berbagai promo menarik. Seperti buy 1 get 1, promo jajan Rp1, serta diskon produk UMKM. “Selama lima hari pelaksanaan, event ini ditargetkan menarik lebih dari 10 ribu pengunjung, dengan promo tertentu yang dibatasi kuota, seperti jajan Rp1 untuk 1.000 pengunjung dan buy 1 get 1,” ujarnya.
Kegiatan ini sendiri didukung Bank Indonesia bersama lima bank nasional, yakni BSI, BNI, BTN, Mandiri, dan BCA. Selain itu juga didukung sejumlah asosiasi seperti Asosiasi Pengusaha Perpek Palembang (ASPEK-P), ASPEKNU, dan Forketas Sumsel.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, M Haris Permadi, menilai kegiatan ini berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah. “UMKM memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi lokal. Kegiatan seperti ini memperkuat akses pasar UMKM dan mendorong ekosistem usaha yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini juga diperkenalkan fitur pembayaran digital terbaru QRIS Tap, yang memungkinkan transaksi hanya dengan menempelkan ponsel ke mesin pembayaran. “QRIS Tap cukup menggunakan smartphone dan dompet digital. Bahkan transaksi senilai Rp1 pun bisa dilakukan. Ini bagian dari percepatan digitalisasi sistem pembayaran,” katanya.
BACA JUGA:Talkshow UMKM Palembang: Billy Boen & Leontinus Bagikan Tips Sukses Wirausaha Muda
Dikatakan, Sumsel menjadi daerah kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta yang mengimplementasikan QRIS Tap, sebagai upaya mendorong transaksi non-tunai di masyarakat. ''UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah, sehingga penguatan ekosistem UMKM harus terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.
Kami terus mendorong penguatan UMKM melalui akses pembiayaan, pemasaran, pelatihan, dan digitalisasi. Kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM,” ujarnya.
