Emas Terkoreksi 2 Persen, Momentum Menabung
Harga emas terkoreksi hingga 2 persen. Pegadaian menilai kondisi ini menjadi momentum strategis bagi masyarakat untuk mulai menabung emas secara bertahap.-foto: ist-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Harga emas global dalam beberapa hari terakhir mengalami koreksi setelah sempat menguat signifikan di awal tahun.
Pelemahan harga dipicu penguatan dolar Amerika Serikat, aksi ambil untung investor, serta sentimen kebijakan suku bunga global.
Iklan Google/Link Sponsor
Koreksi harga emas berkisar 1–2 persen dari level tertingginya dan turut memengaruhi harga emas domestik.
Meski demikian, kondisi tersebut dinilai wajar dan menjadi bagian dari siklus investasi emas jangka panjang.
BACA JUGA:Volatilitas Harga Emas Tergolong Ekstrem, Anjlok Jadi Rp15,7 Juta per Suku pada 2 Februari 2026
BACA JUGA:Di Januari, Terjadinya Inflasi di Sumsel 0,05 Persen Pemicunya Kenaikan Harga Emas
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil Sumbagsel, Novryandi, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap fluktuasi harga emas.
Justru, koreksi harga dapat dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk mulai menabung emas secara bertahap.
“Pergerakan harga emas yang terkoreksi saat ini merupakan dinamika pasar yang sehat.
Bagi investor jangka panjang maupun masyarakat yang ingin mulai berinvestasi, ini menjadi momentum yang baik,” katanya
BACA JUGA:Penyebab Harga Emas Terus Melonjak di Awal 2026
BACA JUGA:Harga Emas Februari 2026 Berpotensi Pecah Rekor, Tapi Risiko Penurunan Tak Bisa di Abaikan
Ia mengatakan, Emas tetap relevan sebagai instrumen lindung nilai untuk menjaga stabilitas keuangan.
Mengingat, emas memiliki likuiditas tinggi serta efektif sebagai alat diversifikasi portofolio dan pelindung nilai terhadap inflasi.
