Love Scam Marak, Sindikat Global Mengincar Korban
Friderica Widyasari Dewi -FOTO: IST-
JAKARTA, SUMATERAEKSPRES.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut love scam kini menjadi salah satu tren kejahatan finansial digital global.
Modus penipuan berbasis hubungan emosional tersebut dijalankan oleh sindikat lintas negara, termasuk yang menyasar korban di Indonesia.
BACA JUGA:Aplikasi Penghasil Uang 2025: Ulasan Terbaru, Bukti Pembayaran, dan Tips Aman Hindari Scam
BACA JUGA:Penipuan AI 2025: Deepfake, Voice Scam, dan Strategi Cerdas Menghindarinya
“Love scam merupakan kejahatan finansial digital yang tengah marak secara global dan telah terbukti terjadi di Tanah Air,’’ ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi.
Dikatakan, love scam ini menjadi salah satu tren kejahatan finansial digital yang jumlahnya terus meningkat dan dilakukan secara global oleh sindikat-sindikat internasional.
‘’Di Indonesia, kasus terbaru yang terungkap terjadi di Yogyakarta, ditemukan satu sindikat yang beroperasi secara internasional,” ujar Friderica dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Desember 2025, belum lama ini
Para pelaku memanfaatkan internet dan berbagai aplikasi digital untuk menjaring korban di banyak negara sekaligus. Karakter kejahatan lintas batas ini membuat risiko yang ditimbulkan menjadi sangat tinggi.
“Para scammer menargetkan korban di berbagai negara melalui internet dan aplikasi. Kejahatan seperti ini memiliki risiko lintas batas yang sangat tinggi,” jelasnya.
Anggota Dewan Komisioner OJK yang akrab disapa Kiki itu membeberkan, modus love scam dilakukan dengan memanipulasi emosi korban.
Pelaku membangun hubungan personal secara intens hingga korban merasa memiliki relasi khusus atau hubungan romantis.
“Korban dimanipulasi secara emosional, merasa memiliki relationship, kemudian dipersuasi secara perlahan.
Pada akhirnya korban secara sukarela mentransfer sejumlah uang karena merasa memiliki hubungan yang spesial dengan lawan jenis atau pihak tertentu,” ungkapnya.
Akibatnya, korban tidak hanya mengalami kerugian finansial dalam jumlah besar, tetapi juga menghadapi dampak psikologis yang serius.
