Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Toyota Calya 2026, Segmen LCGC Makin Ketat

Toyota Calya diproyeksikan tetap bertahan sebagai pemimpin pasar LCGC, terutama di ceruk MPV tujuh penumpang yang masih minim pesaing.-Foto: IST-

SUMATERAEKSPRES.ID — Persaingan di segmen Low Cost Green Car (LCGC) pada 2026 dipastikan semakin ketat. Kenaikan harga, perubahan selera konsumen, hingga bayang-bayang kendaraan listrik membuat peta pasar bergeser. Meski demikian, Toyota Calya diproyeksikan tetap bertahan sebagai pemimpin pasar LCGC, terutama di ceruk MPV tujuh penumpang yang masih minim pesaing.

Pasar LCGC memang sempat tertekan dalam beberapa tahun terakhir. Harga yang tak lagi “murah” seperti awal kemunculannya membuat sebagian konsumen melirik mobil bekas dengan spesifikasi lebih tinggi.

Namun, menjelang akhir 2025, segmen ini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, ditopang pembeli mobil pertama yang tetap membutuhkan kendaraan baru dengan biaya kepemilikan terjangkau.

BACA JUGA:Ribuan Warga Padati Seberang Ulu, Pesta Kembang Api Meriahkan Malam Tahun Baru 2026 di Palembang

BACA JUGA:BNI Maksimalkan Layanan Digital, Tetap Buka Outlet Terbatas di Palembang Selama Libur Tahun Baru 2026

Dinamika Pasar LCGC 2026

Sejumlah faktor diperkirakan memengaruhi arah pasar LCGC tahun ini.

Dari sisi konsumen, generasi milenial dan Gen Z cenderung rasional, membandingkan value for money antara mobil baru dan mobil bekas.

Di sisi lain, munculnya kendaraan listrik turut menambah tekanan, meski dampaknya dinilai belum signifikan.

BACA JUGA:PPPK Paruh Waktu Bisa Ajukan Pinjaman, Waspada Pinjaman Ilegal Tanpa Izin Resmi: Begini Cara Lapor ke OJK

BACA JUGA:Bagikan Kain Kafan ke Kepala OPD Saat Evaluasi Akhir Tahun, RD–PS, Ini Pengingat Amanah dan Tanggung Jawab

Berdasarkan proyeksi GAIKINDO, LCGC masih memiliki ruang bertahan, terutama setelah berakhirnya insentif kendaraan listrik impor pada penghujung 2025.

Kondisi ini membuat mobil listrik belum sepenuhnya menjadi substitusi langsung bagi LCGC di kalangan pembeli entry level.

Tantangan lain datang dari kenaikan harga. Banderol LCGC yang kini mendekati Rp200 juta membuat selisih biaya kepemilikan dengan mobil non-LCGC semakin tipis.

Namun, efisiensi konsumsi bahan bakar dan biaya perawatan tetap menjadi pertimbangan utama bagi segmen ini.

Posisi Toyota Calya di Tengah Tekanan

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan