Sungsang Membara! Empat Rumah Hangus Dilalap Api Diduga Akibat Korsleting Listrik
Kobaran api melahap empat rumah di Desa Sungsang II, Banyuasin II, Rabu sore (29/10). Diduga akibat korsleting listrik, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Foto:Ist--
SUMATERAEKSPRES.ID – Suasana sore di Desa Sungsang II, Kecamatan Banyuasin II, mendadak berubah mencekam. Rabu (29/10), kobaran api melahap empat rumah warga di Lorong Indrawati. Diduga, kebakaran hebat itu dipicu oleh korsleting listrik.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi warga. Api yang cepat membesar membuat sebagian besar barang berharga tidak sempat diselamatkan. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Asal Api dari Rumah Ema
Menurut keterangan warga, titik api pertama kali terlihat di rumah milik Ema. Saat kejadian, Ema tengah memasak di dapur ketika tiba-tiba melihat kobaran api muncul dari kamar mertuanya.
Dalam kepanikan, ia berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar teriakan segera berhamburan keluar membawa peralatan seadanya untuk memadamkan api.
BACA JUGA:Bangun Infrastruktur Jalan, Wujudkan Ketahanan Pangan
BACA JUGA:Wow! Arab Saudi Bangun Stadion di 'Atas Langit' Setinggi 350 Meter untuk Piala Dunia 2034
Namun, besarnya kobaran membuat upaya itu sia-sia. Angin kencang dan jarak rumah yang berdekatan mempercepat penyebaran api ke bangunan lain.
Empat Rumah Ludes, Beberapa Warga Luka
Menurut Camat Banyuasin II, Riduan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, satu warga dilaporkan mengalami luka bakar ringan di bagian tangan saat berusaha membantu memadamkan api.
“Empat rumah terbakar habis, masing-masing dihuni beberapa kepala keluarga,” jelas Riduan. Ia merinci, rumah yang terbakar milik Malik dan Ema, Roima (dihuni oleh Fatimah, Tena, dan Airin), serta Sukajadi dan Santi. Tak hanya itu, satu gedung walet juga ikut dilahap api.
Selain rumah yang terbakar habis, beberapa rumah di sekitar lokasi turut terdampak, di antaranya milik Saman, Erja, Awaludin, Japar, Sanima, dan Herman.
BACA JUGA:Sriwijaya FC Belum Pastikan Rekrut Striker Prancis Chris Marlon
BACA JUGA:Muba Tambah 6 Emas dari Menembak, Kokoh di Puncak Klasemen
Warga Bahu Membahu Padamkan Api
Kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk itu sempat membuat panik warga sekitar.
Tanpa menunggu bantuan, masyarakat saling bahu membahu berusaha memadamkan api menggunakan ember dan alat seadanya.
