Oknum Guru BK SMP di Lubuk Linggau Diduga Cabuli Murid, Ortu Kecewa Sekolah Terkesan Membiarkan
RAMAI : Situasi SMP Negeri tempat siswi yang dicabuli oknum guru BK, pada Selasa (23/9) tampak ramai. Terlihat mobil dinas Wali Kota Lubuklinggau H Rachmat Hidayat nangkring di parkiran sekolah.-FOTO : LEO/SUMEKS-
Ortu Kecewa Pihak Sekolah Terkesan Membiarkan
LUBUK LINGGAU, SUMATERAEKSPRES.ID - Wajah dunia pendidikan di Kota Lubuk Linggau tercoreng. Itu setelah seorang oknum guru bimbingan konseling (BK) berinisial A yang bertugas di salah satu SMP negeri diduga mencabuli murid perempuannya sendiri.
BACA JUGA:Ayah Kandung di Palembang Dilaporkan Cabuli Anak Gadisnya yang Baru 4 Tahun
BACA JUGA:Pemuda 23 Tahun di Muba Cabuli Pelajar 12 Tahun di Rumah Kosong, Terancam 15 Tahun Penjara
Kasus ini terkuak setelah sang siswi yang menjadi korban berani mengungkap kejadian yang dialaminya ke orang tua maupun pihak sekolah.
Sontak, kasusnya langsung viral di media sosial, ditambah kasus ini bukan kali pertama terjadi di dunia pendidikan Kota Lubuk Linggau.
Orangtua (ortu) korban pun, Selasa (23/9) kemudian mendatangi sekolah anaknya, guna menanyakan kronologis kejadian sekaligus meminta keadilan atas perbuatan sang oknum guru tersebut.
Ibu korban berinisial E mengungkapkan, bahwa semua berawal dari chat pesan WhatsApp yang viral. Dia pun terkejut, kala melihat foto anaknya pada pesan yang viral tersebut.
"Langsung saya tanya dalam kamar anak saya, saya tanya dia diam. Semenjak itu anak saya diam ketakutan," kata E kepada wartawan, Selasa (23/9).
E menceritakan, setelah ditenangkan ayahnya dan disemangati, akhirnya anaknya mengakui bila benar foto yang tersebar itu adalah dirinya. "Kalau tidak viral itu tidak tahu kami, baik di WhatsApp maupun di Facebook," ujarnya.
E mengaku dugaan pelecehan yang menimpa anaknya itu diduga terjadi pada saat pelaksanaan hari besar Islam, saat sekolah tidak ada aktivitas belajar mengajar. "Kejadiannya pada saat Maulid Nabi pada 6 September 2025 tempo hari," ungkapnya.
Atas apa yang menimpa putrinya, E tak kuasa menahan rasa kecewanya pada pihak sekolah. Pasalnya sejak awal, dia menyebut pihak sekolah sudah mengetahui kejadian tersebut.
Namun pihak sekolah enggan menyelesaikan persoalan yang dihadapi anaknya.
"Kami dapat kabar pihak sekolah sudah mengetahui, namun kenapa dibiarkan seperti ini," sesalnya.
