Aksara Ogan, Tulisan Kuno yang Nyaris Punah
HARUS DILESTARIKAN: Aksara Ogan, bagian dari budaya leluhur masyarakat Kabupaten OKU yang harus dilestarikan.-foto: ist-
BATURAJA, SUMATERAEKSPRES.ID - Suku Ogan memiliki aksara Ogan sebagai bagian budaya yang perlu mendapat perhatian khusus. Sebab, aksara Ogan ini terancam punah jika tidak dilestarikan.
"Bahasa dan aksara merupakan bagian dari unsur kebudayaan," kata Lili Suherma Yati SS MA, dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten OKU, Sabtu (7/6). Aksara kuno sebutnya, menyimpan banyak ilmu pengetahuan tentang segala sesuatu yang pernah diketahui orang pada masa lampau.
Iklan Google/Link Sponsor
Karya yang berupa tulisan pada umumnya menyimpan kandungan berita masa lampau yang mampu memberikan informasi secara lebih terurai. Apabila informasi yang terkandung dalam karya-karya tulisan mempunyai cakupan informasi yang luas dan menyeluruh itu dipahami sebagai kunci pembuka pengetahuan.
Sebagaimana yang dikemukakan oleh Philip August Boekh. Dari pandangan inilah pengkajian terhadap teks-teks yang tersimpan dalam peninggalan tulisan kuno tersebut sebagai pintu gerbang untuk mengungkapkan khazanah masa lampau.
BACA JUGA:Palembang Tuan Rumah ICC-OSH 2025, Soroti Inovasi Digital dan Budaya K3
BACA JUGA:Rumah Ulu OKU: Warisan Budaya Bernilai Filosofis dan Religius dari Sumatera Selatan
“Aksara Ogan perlu dipelajari lebih mendalam sebagai sarana memperkaya kebudayaan daerah sebagai salah satu bagian dari budaya Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah tulisan atau aksara yang terdapat di OKU,” imbuhnya.
Aksara Ogan merupakan salah satu kebudayaan masyarakat Ogan dari sejumlah budaya Ogan. Melalui proses pembelajaran Aksara Ogan hendaknya bisa membuka wawasan para siswa atau mahasiswa untuk selalu menerima perkembangan zaman.
Namun demikan para siswa tidak seharusnya meninggalkan budaya Ogan yang sudah dimiliki sejak zaman nenek moyang. Diluar pembelajaran di kelas, pemerintah daerah juga sudah menampakkan dukungan terhadap eksistensi aksara Ogan. Walaupun hanya sebatas simbol kedaerahan misalnya penulisan nama-nama jalan, gedung-gedung pemerintah, gedung-gedung pertemuan, dan sebagainya.
Manfaat lain mempelajari aksara Ogan pada masa sekarang adalah untuk kepentingan penelitian naskah-naskah Ogan kuno. Banyak pula karya sastra lama yang ditulis dengan tulisan tangan yang disebut dengan manuskrip.
BACA JUGA:Khalid dan Natasya Terpilih Jadi Cek Bagus & Cek Ayu Palembang 2025, Duta Budaya Kota
BACA JUGA:Pempek Kapal Selam Melejit Jadi Kuliner Legendaris, Kaya Rasa Asli Warisan Budaya Palembang
Tentunya karya sastra tersebut mengandung nilai-nilai luhur yang perlu diketahui oleh masyarakat Ogan masa sekarang. Peneliti naskah-naskah kuna yang bertuliskan aksara Ogan perlu menguasai perihal aksara Ogan. Menjadi tenaga profesional sebagai transliterator ( alih akasara) dari aksara Ogan ke aksara Latin juga merupakan manfaat mempelajari aksara Ogan.
Tidak semua orang yang berkepentingan dengan aksara Ogan menguasai aksara Ogan. Transliterator berperan sebagai penyedia jasa alih aksara. Marilah kita cermati bahwa mempelajari aksara Ogan bukanlah hal yang sia-sia. Banyak manfaat yang dapat kita peroleh.
