Tuan Umar Menyebarkan Islam ke Daerah Uluan
HAUL : Jemaah merayakan haul Sayyid Umar Baginda Sari ke-425 dan KH Bahri bin Pandak Tauhid ke-27 di Desa Tanjung Atap, Tanjung Batu, Ogan Ilir. Keduanya merupakan ulama penyebar agama Islam pertama kali di wilayah Sumsel, khususnya di daerah uluan. FOTO --
Berkat perjuangan KH Bahri bin Pandak dalam mengajarkan ilmu-ilmu agama, sulit dilupakan masyarakat. Hingga kini, sejarah Sayyid Umar Baginda Sari dan KH Bahri bin Pandak Tauhid masih terus diingat.
Kegiatan haul dipusatkan di halaman Musala Darul Mutaaqien II milik KH Bahri bin Pandak Tauhid Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu ini, berlangsung pada Minggu, 2 Februari 2025 lalu.
"Kegiatan ini dilakukan semata-mata untuk memuliakan wali Allah yang berasal dari Desa Tanjung Atap," sebut Firman.
Menurutnya, setiap peringatan haul Sayyid Umar Baginda Sari dan KH Bahri bin Pandak Tauhid ini, selalu ramai dihadiri para jemaah yang datang dari berbagai daerah di Provinsi Sumsel untuk ikut mendoakan para wali Allah ini.
"Karena setiap haul, para jemaah akan melakukan ziarah ke makam KH Bahri terlebih dahulu, barulah ke musala untuk memanjatkan doa-doa," lanjutnya.
Peringatan haul Sayyid Umar Baginda Sari dan KH Bahri bin Pandak Tauhid ini, juga dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Ogan Ilir, H Ahmad Albatani, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.
Albatani menyampaikan Pemkab Ogan Ilir mengapresiasi kegiatan haul yang diselenggarakan masyarakat Desa Tanjung Atap.
"Kegiatan ini dapat meningkatkan tali silaturahmi, serta memperkuat ukhuwah islamiyah antara umat, ulama dan umarah," katanya. Peringatan haul Sayyid Umar Baginda Sari dan KH Bahri bin Pandak Tauhid ini, juga menjadi sarana meningkatkan iman dan Islam.
BACA JUGA:Mengenang H. Suparno Haul Ke-4 Pendiri Sumatera Ekspres Grup
BACA JUGA:HAUL KE- 3 KH. KGS. A. NAWAWI DENCIK, AL-HAFIZH
"Kita berdoa dan memohon kehadirat Allah Swt, agar diberi keselamatan, petunjuk dan bimbingan Allah Swt," paparnya.
Menurut Albatani, haul merupakan penghormatan kepada As-Sayyid Umar Baginda Sari dan KH Bahri bin Pandak Tauhid, karena semasa hidupnya telah memberikan sumbangsihnya.
"Karena beliau merupakan tokoh panutan, baik dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara," pungkasnya. (dik/fad)
