Tradisi Bidar dari Kisah Dayang Merindu
TRADISI RUTIN : Tak hanya di Kota Palembang, perlombaan perahu bidar juga menjadi tradisi rutin di Sungai Komering, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Event ini biasa digelar pada saat Hari Kemerdekaan RI dan HUT OKI. FOTO: NISA/SUMEKS--
KAYUAGUNG, SUMATERAEKSPRES.ID - Meski olahraga perahu bidar bukan olahraga tradisional asal Kabupaten OKI, namun setiap tahun event perlombaan ini selalu digelar, karena memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat OKI.
Olahraga yang menggunakan fisik, keterampilan dan kecepatan ini bahkan selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya, terutama saat peringatan Hari Kemerdekaan RI.
BACA JUGA:30 Peserta Adu Kecepatan Lomba Bidar, Sambut Kemenangan Paslon MURI
BACA JUGA:Lomba Bidar Meriahkan Kemenangan Paslon MURI, Ribuan Penonton Padati Sungai Pedamaran
Biasanya lomba perahu bidar digelar di Sungai Komering. Seluruh masyarakat dari semua kalangan turun langsung menyaksikan keseruan perahu bidar.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI, Ahmadin Ilyas mengungkapkan lomba perahu bidar hampir di setiap daerah ada, apalagi daerah yang memiliki sungai.
"Olahraga yang satu ini cukup seru dimana peserta yang dikirim bisa berkelompok baik itu lima orang, tujuh hingga sembilan orang tergantung muatan perahu," terangnya, kemarin (18/1).
Di OKI sendiri, kata Ahmadin, biasanya digelar dua hari karena banyaknya yang mau ikut serta bisa sampai 30 pasang.
Setelah mengikuti serangkaian penilaian yang paling seru masuk semifinal dan final, panitia menyiapkan hadiah yang cukup besar mencapai jutaan rupiah untuk pemenang.
“Peserta lomba perahu bidar akan mengayuh perahu dari titik start dan finis. Siapa yang paling cepat itulah pemenangnya karena juri akan melihat langsung dan turun ke sungai.
Banyak lahir atlet dari olahraga bidar ini seperti di Pedamaran, itu yang sering mengikuti lomba mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten/kota," bebernya.
Diakuinya, orang Pedamaran sudah cukup terkenal dan sering mengayuh perahu besar. “Mereka sudah terlatih," bebernya.
Ke depan, pihaknya memiliki harapan besar dan keinginan untuk terus mengadakan event bidar, baik tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Tak hanya saat peringatan HUT RI maupun HUT OKI, tapi kegiatan ini juga akan menjadi kegiatan di Dispora.
