Hujan Tak Surutkan Kekhusyukan Umat Buddha Rayakan Imlek 2577 di Palembang
Guyuran hujan yang mengguyur Kota Palembang pada malam pergantian Tahun Baru Imlek 2577 Khongzili -Foto: IST-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID — Guyuran hujan yang mengguyur Kota Palembang pada malam pergantian Tahun Baru Imlek 2577 Khongzili tak mengurangi semangat umat Buddha dan warga Tionghoa untuk mengikuti rangkaian pujabakti.
Di Vihara Amitabha Graha, puluhan umat telah memadati ruang ibadah sejak sekitar pukul 20.15 WIB.
Dengan duduk bersila maupun berdiri, umat dari berbagai kelompok usia khidmat melantunkan sutera dan varita yang dipimpin pengurus vihara.
Suasana hening dan penuh penghayatan tetap terjaga meski suara hujan terdengar jelas dari luar bangunan.
BACA JUGA:TPG vs THR Maret 2026: Perbandingan Nominal dan Jadwal Pencairan untuk Guru
BACA JUGA:Daftar Plihan Warna Honda X-Tracker 2026
Usai prosesi ibadah, umat menerima jeruk dan angpau yang dimaknai sebagai simbol doa panjang umur serta harapan kesejahteraan di tahun yang baru.
Kekhusyukan terlihat sepanjang rangkaian acara, yang sempat mengalami penyesuaian waktu akibat cuaca.
Ketua Vihara Amitabha Graha, Halim Susanto, menyampaikan bahwa pujabakti awalnya dijadwalkan pukul 21.30 WIB, namun baru dapat dimulai sekitar pukul 22.15 WIB karena kondisi hujan lebat. Meski demikian, ia bersyukur antusiasme umat tetap tinggi.
Menurutnya, Tahun Kuda Api yang identik dengan elemen api melambangkan semangat, daya juang, dan kerja keras.
BACA JUGA:TPG vs THR Maret 2026: Perbandingan Nominal dan Jadwal Pencairan untuk Guru
BACA JUGA:Puncak Gunung
Di tengah tantangan ekonomi yang diprediksi masih dinamis, ia mengajak umat untuk menyikapinya dengan kebijaksanaan, ketekunan, serta kesabaran.
“Momentum Imlek bukan hanya perayaan, tetapi juga waktu untuk merenung, memperbaiki kekurangan, dan mensyukuri pencapaian setahun terakhir,” ujarnya.
