Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Dukung Pengembangan Wisata Megalitikum Lahat, Bupati Bursah Dorong Penyediaan Fasilitas Ramah Wisatawan

Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, yang menilai pengembangan kawasan megalitik harus dibarengi dengan penyediaan fasilitas penunjang yang layak, aman, dan nyaman -Foto: IST-

LAHAT, SUMATERAEKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten Lahat semakin memantapkan langkah menjadikan wisata megalitik sebagai ikon pariwisata daerah. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, yang menilai pengembangan kawasan megalitik harus dibarengi dengan penyediaan fasilitas penunjang yang layak, aman, dan nyaman bagi pengunjung.

Penegasan itu disampaikan Bursah saat melakukan kunjungan lapangan ke Situs Megalitik Tinggi Hari 1, 2, dan 3 yang tersebar di wilayah Kecamatan Pulau Pinang dan Gumay Ulu, Sabtu (7/2). Dalam agenda tersebut, Bupati turut didampingi jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta camat setempat untuk melihat langsung kondisi kawasan.

Menurut Bursah, penataan kawasan wisata megalitik tidak cukup hanya berfokus pada pelestarian benda cagar budaya, tetapi juga harus memperhatikan wajah kawasan secara keseluruhan.

Ia menilai, tanpa dukungan fasilitas yang memadai, potensi besar situs bersejarah tersebut sulit berkembang secara optimal.

BACA JUGA:Tanggal-Tanggal Penting Pencairan TPG Februari 2026

BACA JUGA:Toyota Alphard HEV AH40, Definisi Baru Kemewahan Ramah Lingkungan

“Nilai sejarahnya harus tetap dijaga, tetapi kawasan wisata tidak boleh terkesan kumuh atau tertinggal. Kita ingin situs megalitik ini bersih, tertata, dan ramah bagi wisatawan, tanpa menghilangkan keasliannya,” ujar Bursah.

Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah daerah merencanakan pembangunan sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya penyediaan kafe sebagai ruang interaksi pengunjung, pelebaran akses jalan hingga empat meter, penataan area parkir, serta pemasangan lampu penerangan dengan jarak setiap 30 meter guna meningkatkan keamanan, khususnya saat sore dan malam hari.

Selain itu, setiap titik situs diwajibkan memiliki fasilitas dasar seperti musala, toilet umum, serta petugas penjaga. Bursah menekankan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan menjadi kunci utama agar kawasan wisata tetap terawat dan terlindungi dari kerusakan maupun vandalisme.

BACA JUGA:Niat COD Berujung Petaka, Handphone Mahasiswa di Palembang Dibawa Kabur Pembeli

BACA JUGA:Razia Gabungan BNN dan Polres Prabumulih Temukan Lima Warga Positif Narkoba

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Lahat mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,8 miliar melalui Dinas Pendidikan. Dana tersebut diarahkan khusus untuk pembangunan fasilitas penunjang sekaligus upaya pelestarian situs megalitik sebagai bagian dari warisan budaya daerah.

Menariknya, Bursah memastikan seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam penataan kawasan berasal dari masyarakat setempat. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap situs bersejarah tersebut.

Ke depan, ketiga lokasi Situs Megalitik Tinggi Hari akan dikelola sebagai satu kawasan wisata terpadu. Pemerintah daerah optimistis kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi edukasi sejarah, tetapi juga dapat bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis kearifan lokal di Kabupaten Lahat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan