Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

BGN Wajibkan Setiap SPPG Memiliki Oven Pengering atau Pemanas Ompreng

STERILISASI FOOD TRAY: SPPG Polda Sumsel di Kompleks Pakri, sedari awal beroperasi sudah memiliki oven pengering atau pemanas ompreng agar food tray MBG tersebut steril.-FOTO: ANDRI/SUMEKS-

SPPG Wajib Menggunakan Oven Pengering Ompreng

JAKARTA, SUMATERAEKSPRES.ID - Badan Gizi Nasional (BGN), mewajibkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menyediakan sejumlah alat untuk sterilisasi tempat penyajian makanan atau food tray.

BACA JUGA:Chef Bersertifikat Hotel Bintang 4, Snack Internasional ala MBG, Keseriusan Polres Lubuk Linggau Kelola SPPG

BACA JUGA:Warga Binaan Lapas Produksi Baju Seragam SPPG

Seperti oven pengering atau pemanas berbentuk lemari, untuk mengeringkan ompreng setelah dicuci.

"Setiap SPPG sekarang diminta menggunakan sterilisasi food tray, terutama yang berbahan seperti lemari dan memiliki uap panas yang bisa sampai 120 derajat.

Sehingga food tray bisa cepat dikeringkan, dan juga steril," kata Kepala BGN Dadan Hindayana, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, di Jakarta, Rabu (12/11).

Hal itu dilakukan sebagai langkah yang dilakukan pihaknya untuk mencegah kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), keracunan pangan di Indonesia setengahnya disebabkan oleh cemaran bakteri Ecoli dari air. 

Sehingga seluruh SPPG juga diwajibkan memiliki alat untuk sterilisasi air.  "Maka seluruh SPPG juga sekarang diminta menggunakan air untuk masak yang tersertifikasi.

Baik itu air dalam kemasan maupun air isi ulang, tapi memiliki peralatan untuk bisa mensterilkan air tersebut," ujarnya.

Dadan, menjelaskan sudah ada 1.619 SPPG yang memiliki sertifikat dan alat-alat higienis. Penerapan aspek higienis di SPPG terus diperketat.

"Dan terakhir kami sampaikan bahwa sertifikat layak higienis dan sanitasi sedang terus diterapkan," sampainya.

Kecepatan penerbitan sertifikatnya tergantung dari pemerintah daerah masing-masing. “Ada yang sangat cepat, ada yang masih membutuhkan waktu," tukas.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan