Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Sukses Pacu Bibit Baru Olahraga Basket Sumsel
JUARA: Tim putra SMAN Xaverius 1 Palembang dan tim putri SMAN 4 Lahat yang jadi juara Honda DBL with Kopi Good Day 2025 South Sumatera foto bersama pelatih, guru, dan para perwakilan sponsor.-FOTO: BUDIMAN/SUMEKS-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Ajang basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2025 South Sumatera telah berakhir. Tim putra SMA Xaverius 1 Palembang keluar sebagai juara.
Bangau, julukan mereka, menumbangkan SMAN 3 Prabumulih (Smanti) dengan skor 65-28 pada final party, Sabtu (20/9) malam.
BACA JUGA:Kopi Good Day First Team DBL 2025 South Sumatera Terbentuk, 10 Pelajar Wakil Sumsel Menuju DBL Camp
BACA JUGA:Sweet Revenge Smandala Mutiara, Menang Dramatis 3 Poin Paksa BSI Lepas Takhta
Hampir separuh perolehan poin Bangau dicetak bintang mereka, Nicholas Joddany. Dia juga terpilih sebagai Most Valuable Player (MPV) dan masuk juga dalam Kopi Good Day First Team DBL 2025 South Sumatera.
Gelar ini merupakan gelar keempat beruntun alias four-peat di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2025 South Sumatera.
Final party tadi malam malam benar-benar pecah. Disaksikan lebih dari 1.500 penonton yang memenuhi tribun hingga meluber ke sisi lapangan.
Sejak tip-off, dominasi Bangau langsung terasa, membuat lawan sulit mengembangkan permainan.
Bintang utama Bangau, Nicholas Jodanny mencetak double-double dengan 33 poin dan 19 rebound. "Musim yang luar biasa. Saya bahkan tidak menyangka bisa sejauh ini," tegas Jodanny dengan senyum lebar.
Dominasi Bangau tak hanya soal teknik, tapi juga mental juara yang konsisten. Empat kali berturut-turut jadi kampiun jelas menegaskan mereka sedang membangun dinasti baru di kancah basket pelajar Sumsel.
"Dinasti? Bisa jadi. Karena anak-anak ini konsisten menjaga levelnya," ucap pelatih Bangau, Coach Nabila, penuh bangga.
Di kuarter pertama, Bangau langsung pasang mode killer. Mereka unggul 15-10 lewat aksi beringas Jodanny dengan 9 poin dan Axelle Pratama Theng yang menambah 4 poin.
Smanti sempat mencoba menekan, tapi atmosfer ribuan suporter Bangau membuat mental mereka goyah.
Kuarter kedua makin brutal. Xaverius 1 menambah 20 poin, sementara Smanti hanya mampu membalas dengan 8 poin. Permainan cepat, agresif, dan penuh kontak badan membuat penonton bersorak tak henti.
