Rusia Blokir Panggilan WhatsApp dan Telegram, Wajibkan Aplikasi Lokal MAX
Pemerintah Rusia resmi memutus akses layanan panggilan suara dan video di aplikasi asing populer seperti WhatsApp dan Telegram sejak Agustus 2025.-Foto: IST-
SUMATERAEKSPRES.ID – Pemerintah Rusia resmi memutus akses layanan panggilan suara dan video di aplikasi asing populer seperti WhatsApp dan Telegram sejak Agustus 2025.
Kebijakan ini diambil lantaran kedua platform dianggap tidak kooperatif dalam memberikan akses data kepada aparat penegak hukum. Meski begitu, layanan pesan teks serta pengiriman foto dan video masih dapat digunakan.
Sebagai gantinya, mulai September 2025, seluruh perangkat digital baru di Rusia diwajibkan memiliki aplikasi pesan instan lokal bernama MAX, yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi milik negara, VK.
Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai portal terpadu untuk layanan publik, pembayaran digital, hingga pengelolaan data pribadi.
BACA JUGA:Bahagia dan Haru, Pernikahan Putri Bungsu Gubernur Sumsel Herman Deru Sarat Makna Kekeluargaan
BACA JUGA:Mas Timbul Sulap Pekarangan Sempit Jadi Kebun Mini Produktif
Seluruh server MAX ditempatkan di dalam negeri, sehingga memudahkan pengawasan ketat oleh pemerintah.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Rusia dalam memperkuat kedaulatan digital.
Dengan mengurangi ketergantungan pada platform asing dan memperkuat regulasi internet domestik, Moskow berupaya memastikan kontrol penuh atas arus data warganya.
BACA JUGA:Sumsel 10 Besar Nasional Kualitas Pembangunan Infrastruktur Terbaik, Terbaik Ke-2 di Sumatera
BACA JUGA:Universitas MDP Ajak Orangtua Pantau Perkuliahan Anak Lewat Aplikasi Simponi
Di tengah pemblokiran sebagian akses internet global, aplikasi lokal seperti MAX dipromosikan sebagai alternatif resmi pengganti layanan asing.
Kebijakan ini sekaligus menegaskan arah baru Rusia dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih tertutup dan terpusat di bawah kendali negara.
