Keluarga Perwira Asal Sumsel Angkat Bicara Terkait Tewasnya Prada Lucky: Kita Tunggu Saja Hasil BAP Denpom
BERDUKA: Serma Kristian, ayah Prada Lucky dengan penuh duka menunjuk-nunjuk foto putranya yang tewas karena penganiayaan para seniornya.-foto: ist-
NTT, SUMATERAEKSPRES.ID - Sebanyak 20 orang disebut-sebut terlibat dalam kekerasan yang berujung pada tewasnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23). Dia prajurit Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere Nagekeo, NTT yang menghembuskan nafas terakhir di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Rabu (6/8) lalu.
Sebanyak 20 orang yang nama-namanya sudah beredar di dunia maya semuanya prajurit. Salah seorang berpangkat Letnan Dua (Letda), asal Sumatera Selatan (Sumsel), berinisial AT.
Dari penelusuran akun LinkedIn-nya, Letda Inf AT ini alumni SD Al Hanief Moeliza Bekasi, Jawa Barat (2003-2009). Lalu pendidikan SMP dilanjutkan di SMP Negeri 4 Palembang (2009-2012). Lalu, melanjutkan ke SMAN 17 Palembang. Kemudian masuk Akademi Militer (Akmil) 2021 dan kini berdinas di Kompi Senapan B Yonif TP 834/WM.
Sedangkan 19 prajurit lain yang namanya beredar di media yakni Sertu Rivaldo Kase, Sertu Andre Manoklory, Sertu Defintri Arjuna Putra Bessie, Serda Mario Gomang, dan Pratu Vian Ili. Lalu, Pratu Rivaldi, Pratu Rofinus Sale, Pratu Piter, Pratu Jamal, dan Pratu Ariyanto. Selanjutnya, Pratu Emanuel, Pratu Abner Yetersen, Pratu Petrus Nong Brian Semi, Pratu Emanuel Nibrot Laubura, dan Pratu Firdaus.
Mereka melakukan pemukulan menggunakan selang. Sedangkan beberapa lain memukul menggunakan tangan yakni Pratu Petris Nong Brian Semi, Pratu Ahmad Adha, Pratu Emiliano De Araojo, dan Pratu Aprianto Rede Raja
BACA JUGA:Berhadiah Logam Mulia hingga Smart TV, LIVIN GET LUCKY
BACA JUGA:Pamer Songket di Ajang Koko-Cici Indonesia, Lucky dan Gabriella Siap Tampil Maksimal
Terkait beredarnya kabar dugaan keterlibatan Letda AT, pihak keluarga di Sumsel tak mau berkomentar banyak. “Maaf adinda, saya tidak perlu komen, nanti mengangu jalannya pemeriksaan. Kita tunggu saja hasil dari BAP Denpom Kodam Udayana,” ujar Erwin Muslimin, paman AT.
Sementara, keluarga mendiang Prada Lucky menuntut agar semua pelaku yang melakukan penganiayaan dihukum setimpal. "Saya hanya minta kasus ini diusut tuntas. Berharap pelaku jangan dilindungi mau dia pangkat tinggi atau apa saja," kata kakak Prada Lucky, Lusi Namo.
Ada pun jenazah Prada Lucky yang dibawa pulang dari rumah sakit oleh ayahnya, Serma Kristian Namo dan Ibunya Sepriana Paulina Mirpey pad Kamis (7/8) lalu sudah dibawa ke Kupang dan dimakamkan secara militer. Pemakaman dipimpin Kepala Staf Brigade Infanteri 21 Komodo, Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro.
Menurut Letkol Inf Bayu, proses penyelidikan kasus ini telah diserahkan kepada Polisi Militer AD. Dia minta semua pihak bisa bersabar. Proses penyelidikan sedang berjalan dan membutuhkan waktu untuk mengungkap kasus kematian Prada Lucky agar bisa diselesaikan dengan tuntas.
Kepala Dispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menegaskan, penyelidikan terhadap tewasnya Prada Lucky dilakukan secara profesional dan transparan. "Komitmen kami, TNI AD, akan mengusut secara tuntas dan transparan penyebab kematian Prada Lucky," katanya.
BACA JUGA:Hyundai Dongkrak Sales dengan Lucky Draw
BACA JUGA:Bunuh Sesama Tahanan, Divonis 12 Tahun, Kasus Tewasnya Irohmin, Tahanan Rutan Kelas I Palembang
