Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

NUZULUL QURAN DAN TUJUANNYA

Oleh: Prof Dr H Duski Ibrahim MAg , Guru besar UIN Raden Fatah Palembang -FOTO: IST-

SUMATERAEKSPRES.ID - Ada beberapa ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang turunya Al-Quran yang dikenal dengan nuzulul Quran. Pertama, dalam Al-Quran surat al-Baqarah ayat 185, yang arinya “Bulan Ramadan adalah bulan yang dan dalamnya diturnkan Al-Quran.” Kedua,  dalam Al-Quran surat al-Qadr ayat 1, yang artinya: “Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan (lailahtul qadr.” Ketiga, dalam Al-Quran surat ad-Dukhan ayat 3, yang artinya: “ Sesungguhnya kami neurunkannya (Al-Quran) pada malam yang dibekahi.” 

Tiga ayat di atas, semuanya menjelaskan bahwa Al-Quran itu diturunkan pada bulan Ramadan. Ayat pertama jelas menyebut ‘bulan Ramadan’, ayat kedua menyebut “malam yang agung atau malam kemulaan (lailatul Qadr)”, yang jelas terjadi pada buan Ramadan. Demikian juga sebutan “malam yang diberkahi” (lailah mubarakah) adalah suatub malam yang terjadi pada bulan Ramadan, menurut para ulama tafsir. 


Iklan Google/Link Sponsor

Namun, perlu dikemukakan, bahwa Al-Quran diturunkan secara lengkap dari Lauhil Mahfuzh ke langit dunia (Baitul ‘Izzah). Kemudian ayat-ayat Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW.  Ayat pertama yang diturukan kepada Nabi SAW adalah  pada tanggal 17 Ramadan di Gua Hira. 

Kemudian terus berlanjut dalam rentang waktu salama 23 tahun, yaitu 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Medinah. Sebab itu, atas dasar ini, maka peringatan nuzulul Quran selalu dilaksanakan pada tanggal 17 setiap bulan Ramadan. 

BACA JUGA:Momentum Peringatan Nuzulul Quran di Lahat: Bursah Zarnubi Dorong Umat Islam Tingkatkan Iman dan Ilmu Pengetah

BACA JUGA:Sambut Nuzulul Quran dan Lailatul Qodar, Ini 3 Amalan yang Dilakukan

Ayat pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW di Gua Hira, ketika ia ber-tahannuts, beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Saat itu bertepatan dengan tanggal 10 Agustus 660 M., dan Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun 6 bulan dan 12 hari. Di Gua Hira, Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad SAW, lalu mengatakan: Iqra` (bacalah hai Muhammad SAW). 

Tetapi, Nabi SAW menjawab “Ma ana biqari`in” (saya tidak bisa membaca). Diriwayatkan bahwa Malaikat Jibril berulang kali mengatakan: Iqra` (bacalah hai Muhammad SAW), dan Nabi Muhammad SAW juga berulang kali menjawab: “Ma ana biqari`in” (Saya tidak dapat membaca).  

Berikutnya, malaikat Jibril menuntun bacaan untuk diikuti oleh Nabi Muhammad SAW, sehingga diterimalah ayat Al-quran pertama kali, yaitu surat al-‘Alaq ayat 1-5. Segera setelah menerima ayat Al-Quran tersebut, Nabi Muhammad SAW langsung pulang ke rumah dan menemui istrinya, Khadijah, dengan badan menggigil, mengingat peristiwa yang dialaminya di Gua Hira tersebut.  Setelah ayat pertama diterimanya, maka Nabi Muhammad SAW resmi menjadi nabi. 

Selanjutnya ayat Al-Quran turus secara terus menerus secara berangsur-angsur hingga ayat terakhir, yang menurut pendapat yang kuat adalah  surat al-Ma`idah ayat  3, yang artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu , dan Aku ridho Islam sebagai agamamu.”  

BACA JUGA:Wonderful Ramadan, BNI Berbagi Kebahagiaan di Malam Nuzulul Quran

BACA JUGA:Membina Diri Dekat Quran, Peringati Nuzulul Quran

Untuk apa Al-Quran diturunkan? Berdasarkan petunjuk Al-Quran dalam surat al-Baqarah ayat 185, tujuan Al-Quran diturunkan adalah sebagai petunjuk untuk manusia (hudan li an-nas), bukan hanya untuk umat manusia yang beriman dan bertakwa, tetapi juga untuk umat manusia secara kesluruhan. Kalau untuk orang beriman dan bertakwa Al-Quran itu untuk dibaca, dipelajari dan diamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari. 

Tetapi, bagi orang yang tidak beriman atau non-muslim, maka ia dapat dijadikan sebagai bahan penelitian atau konfirmasi dari hasil-hasil perenungan dan penelitian yang mereka lakukan, dengan tetap menghargai keberadannya, dan kiranya mereka akan mendapat hidayah dengan memeluk agama Islam. Wa Allah a’lam bi ash-shawab. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan