Waspada! Ini yang Harus Dilakukan Saat Rem Mobil Terendam Banjir
Waspada! Ini yang Harus Dilakukan Saat Rem Mobil Terendam Banjir-Foto: IST -
Rem Cakram
Menggunakan piringan baja yang dijepit oleh kampas rem, bekerja dengan sistem hidrolis dan umumnya digunakan di roda depan karena menanggung beban pengereman terbesar.
Rem Tromol
Bekerja dengan menekan sepatu rem ke tromol untuk menghasilkan gesekan dan memperlambat kendaraan. Biasanya digunakan pada roda belakang.
Dari kedua jenis tersebut, rem cakram lebih pakem dan efisien dalam melepas panas, tetapi juga lebih cepat mengalami keausan pada kampas rem.
Masalah yang Sering Terjadi pada Rem Cakram
Iklan Google/Link Sponsor
Meski lebih unggul, rem cakram juga bisa mengalami masalah seperti:
-
Rem Cakram Macet
Terjadi karena posisi kampas rem tidak rata atau miring saat menyentuh piringan cakram. Penyebab lainnya adalah kebocoran selang rem, yang dapat diatasi dengan mengganti selang dan seal rem. -
Udara Masuk ke Saluran Cairan Rem
Udara yang masuk ke sistem hidrolis bisa menyebabkan rem kurang menggigit. Cara mengatasinya adalah dengan mengisi kembali cairan rem dan melakukan proses bleeding (pengeluaran udara dari sistem rem) di bengkel resmi. -
Kampas Rem Habis
Kampas rem yang aus bisa mengurangi jumlah cairan rem akibat terdorong ke bagian kaliper oleh piston. Solusinya adalah mengganti kampas rem dengan yang orisinal.
Perawatan Berkala untuk Rem Cakram
Agar sistem pengereman tetap optimal, lakukan perawatan rutin, seperti:
- Membersihkan piringan rem dari debu dan kotoran yang bisa mengganggu cengkeraman.
- Memastikan permukaan cakram rata. Jika bergelombang, segera ganti dengan cakram baru.
- Mengganti cairan rem secara berkala karena seiring waktu, formula cairan rem bisa mengalami kerusakan dan menurunkan titik didihnya.
Dengan perawatan yang tepat, sistem pengereman mobil akan tetap optimal dan risiko kecelakaan akibat rem blong bisa dihindari.
