Pecandu Slot Hilang Akal Sehat, Bakar dan Mutilasi Ibu Kandung di Lahat, Baru Bebas 2 Bulan dari Penjara
-FOTO : IST-
LAHAT, SUMATERAEKSPRES.ID – Masih maraknya judi online (judol), menjadi krisis sosial serius. Berdampak merembet ke tindak kriminal ekstrem.
Pembunuhan anggota keluarga, bunuh diri, dan kehancuran rumah tangga. Seperti di Kabupaten Lahat, seorang pecandu judol dengan kejinya memutilasi ibu kandung sendiri.
Ahmad Fahrozi (24), tidak hanya memotong-motong bagian tubuh ibunya, Siti Anawati (63). Tapi juga membakar tubuh ibu kandungnya, yang sudah dalam kondisi tanpa kepala. Kebiadapan Fahrozi pada 28 Maret 2026 lalu, baru terkuak Rabu dini hari (8/4).
Yakni setelah penemuan lubang kuburan di kebun kopi milik mereka, Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat. Didapati tiga karung plastik, berisi potongan tubuh korban dalam kondisi hangus terbakar.
"Motifnya karena judi slot. Tersangka masih kami lakukan pemeriksaan intensif," ujar Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto SIK MIK, melalui Kasat Reskrim AKP M Ridho Pradani SH, kemarin. Namun dari interogasi awal, tersangka sudah mengakui perbuatannya.
Tersangka merupakan residivis yang baru bebas sekitar dua bulan lalu. Ditangkap perkara penipuan dan penggelapan tahun 2024, dijatuhi vonis 1 tahun 6 bulan penjara. Sebebasnya menjalani hukuman, dia pulang ke rumah hanya tinggal berdua dengan ibunya, Siti Anawati.
Sebab ayahnya, Arsam, sudah meninggal dunia sekitar delapan bulan lalu. Informasi yang beredar, tersangka ketahuan mencuri dan menjual perhiasan emas ibunya. “Uangnya sudah habis digunakan untuk judi slot,” tambah Ridho.
Diduga terus didesak, pada Sabtu pagi (28/3), tersangka mengajak ibunya ke Desa Danau Belidang, Kecamatan Mulak Sebingkai, Lahat.
Alasannya, untuk menebus perhiasan emas yang sudah dijual atau digadaikannya. Namun di kawasan kebun kopi Desa Danau Belidang, dia justru menghabisi ibunya.
Dari hasil pemeriksaan sementara penyidik, tersangka Fahrozi pertama kali membacok leher sebelah kanan ibunya menggunakan parang.
Dilakukan berulang kali, hingga lehernya putus. Kepala terpisah dari badan. Tubuh korban ditinggalkan begitu saja. Tersangka pergi membeli bensin eceran.
Pulang lagi ke kebun kopi yang sepi itu, tersangka menyiramkan bensin dan membakar tubuh ibunya.
