Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Sebulan Rawat 6-8 Pasien Gangguan Jiwa Judi Slot, Kasus Ekstrem Terjadi akibat Kombinasi Adiksi Berat

GANGGUAN JIWA: Suasana loket pendaftaran pasien rawat jalan RS Ernaldi Bahar. Dalam sebulan, rata-rata merawat 6-8 pasien gangguan jiwa akibat judi slot. -FOTO: IST-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID-Kasus mutilasi di Kabupaten Lahat terhadap Siti Anawati (63) oleh anak kandungnya yang kecanduan judi online (judol), menyentak semua pihak.

Dengan sadisnya, Ahmad Fahrozi (24) membacok ibunya berulang kali, dibakar, tubuhnya dipotong-potong, lalu dikubur di kebun.

BACA JUGA:Biadab! Pelaku yang Bakar dan Mutilasi Ibunya di Lahat Ternyata Ditangkap Saat Ngamar Bareng Cewek MiChat

BACA JUGA:Polisi Bongkar Kasus Keji di Lahat Kurang dari 12 Jam, Ibu Dibunuh Anak Sendiri Dibakar Lalu Dimutilasi

Psikiater RSUP dr Mohammad Hoesin Palembang, dr Anovy Rarum, MMed.Sc SpKJ, mengatakan pasien gangguan jiwa yang menjadi korban judi slot banyak pada rata-rata usia produktif.

"Banyak kasus yang saya temui, mulai usia 18 tahun sampai usia produktif," ujarnya.

Perlu dipahami pada pasien ini, bukan sekadar masalah moral atau lemahnya iman, atau anaknya malas beribadah.

“Dari beberapa pasien saya, bukan karena kurang dekat dengan Tuhan, tetapi sebagai gangguan kesehatan mental yang melibatkan sistem adiksi di otak," terangnya.

Dalam dunia psikiatri, kondisi ini dikenal sebagai gambling disorder, yakni di mana terjadi gangguan pada sistem kontrol impuls dan reward (dopamin).

"Sehingga seseorang terus terdorong untuk berjudi, meskipun sadar akan dampak buruknya," sampainya.

Untuk kasus ekstrem seperti kekerasan hingga pembunuhan, disebutnya tidak terjadi semata-mata karena judi, melainkan akibat kombinasi dari adiksi berat, tekanan finansial, gangguan emosi, serta kemungkinan gangguan mental lain yang menyertai.

"Pada kondisi tertentu, individu bisa mengalami penurunan kemampuan berpikir rasional dan pengendalian diri," jelas dr Anovy kepada Sumatera Ekspres, Rabu (8/4).

Sementara dari sisi psikologis, judi sering menjadi pelarian dari stres, kegagalan, atau tekanan hidup. Namun justru memperburuk kondisi hingga menciptakan lingkaran masalah yang semakin berat.

Sehingga pendekatan yang dibutuhkan bukan hanya hukuman, tetapi juga penanganan medis, psikologis, dukungan keluarga, dan lingkungan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan