Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Sumsel Genjot 100 Ribu “Sultan Muda”

UMKM: Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri AI ASEAN Roadshow dalam rangka pelatihan AI bagi UMKM di Kantor OJK Sumsel, Rabu (8/4).-FOTO: ARDILA/SUMEKS-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna meningkatkan daya saing di era digital.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri AI ASEAN Roadshow dalam rangka pelatihan AI bagi UMKM di Kantor OJK Sumsel, Rabu (8/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mencetak 100.000 “Sultan Muda”.

BACA JUGA:BSB Dorong UMKM Sumsel Menembus Pasar Global, Pembiayaan dan Kompetensi Ditingkatkan

BACA JUGA:Ekspor Perdana Produk UMKM Sumsel Tembus Pasar New Zealand, Bukti Nyata UMKM Naik Kelas

Deru menegaskan, kemajuan teknologi merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari, sehingga harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha.

“Saya minta kalian tangguh. Kita manfaatkan kemajuan teknologi ini untuk membangun 100.000 Sultan Muda. Banyak hal di luar kecerdasan manual kita, maka itu harus kita pelajari melalui AI,” tegasnya.

Menurut dia, pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi persaingan ekonomi yang semakin ketat. Pelaku UMKM harus mampu menjadi pengendali dalam perkembangan teknologi, bukan justru tertinggal.

“Jangan menjadi korban, tapi jadilah pengendali. Orang yang berhasil adalah mereka yang mampu memanfaatkan peluang dengan cepat dan tepat,” tambahnya.

Sementara itu, Associate Director KUMPUL Impact, Sarita Kinanti menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM melalui pemanfaatan teknologi AI.

Program pelatihan yang diberikan tidak hanya berfokus pada penggunaan alat, tetapi juga strategi implementasi agar berdampak langsung pada bisnis.

“Kami tidak hanya melatih penggunaan alatnya saja, tetapi juga memahami konteks bisnisnya, mulai dari strategi pemasaran, efisiensi operasional, hingga bagaimana teknologi ini bisa benar-benar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan usaha mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan juga menyasar perubahan pola pikir pelaku UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan digital.

“Pendekatannya bukan hanya teknologi, tapi juga mindset. Kami ingin pelaku UMKM siap berubah, berani mencoba, dan mampu memanfaatkan peluang dari perkembangan AI.

Dengan begitu, mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa berkembang lebih cepat,” tambahnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan