Mulai Terjadi Insiden, Kecelakaan di Muba dan Mura Picu Macet-Korban Jiwa
KECELAKAAN : Insiden kecelakaan truk trailer mengangkut batangan besok yang tak kuat menanjak sehingga terguling melintang, menutupi seluruh ruas Jalintim wilayah Muba, Sabtu sore. -Foto : Ist-
SUMSEL, SUMATERAEKSPRES.ID – Setiap tahun, jalan lintas timur (Jalintim) Palembang-Jambi menjadi salah satu ruas yang paling padat dilewati pemudik. Ribuan bahkan puluhan ribu kendaraan melintas setiap harinya. Alhasil, kemacetan pun tak terelakkan.
Seperti di akhir pekan, 14 Maret 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, macet panjang mencapai puluhan kilometer terjadi di ruas Jalintim Palembang-Jambi. Tepatnya di Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Penyebabnya, terjadi kecelakaan di tengah arus mudik yang meningkat.Truk trailer yang mengangkut batang besi terguling melintang. Menutupi hampir seluruh badan jalan, sehingga arus lalu lintas dari dua arah tidak dapat melintas secara normal.

Mobil travel yang mengangkut lima penumpang terjun ke Sungai Jernih di Mura, sopir dan seorang penumpang meregang nyawa.--
Ribuan kendaraan, mulai dari mobil pribadi, bus antar kota hingga sepeda motor pemudik terpaksa tertahan selama berjam-jam menunggu proses evakuasi truk yang terguling. Situasi semakin diperparah oleh ulah sebagian pengendara yang mencoba menyerobot jalur dari arah berlawanan untuk mempercepat perjalanan.
BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Pengendara Motor Tewas
BACA JUGA:Waspadalah Dalam Berkendara! 50 Orang Meninggal Kecelakaan di OKU Timur
Keberadaan pasar tumpah di beberapa wilayah Kabupaten Muba juga menjadi faktor penyebab terhambatnya arus kendaraan para pemudik. Aktivitas masyarakat yang berjualan hingga memakan badan jalan membuat laju kendaraan melambat, terutama di jalur utama lintas Sumatera itu.
Kasat Lantas Polres Muba AKP Rendy Novriady STK SIK mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan yang berpotensi terjadi selama arus mudik Lebaran
Menurutnya, kemacetan kerap terjadi di beberapa kawasan yang terdapat aktivitas pasar tumpah, seperti di Kecamatan Sungai Lilin, Kecamatan Babat Toman, serta Kecamatan Bayung Lencir.
"Kami telah menyiagakan personel di sejumlah pos pengamanan untuk mengatur kepadatan arus kendaraan di titik-titik rawan kemacetan tersebut," ujar AKP Rendy. Pihaknya juga telah memberlakukan pembatasan kendaraan angkutan barang selama arus mudik guna mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama.
"Truk angkutan barang dilarang melintas selama arus mudik. Jika masih ada yang melanggar, kami akan bertindak tegas dengan mengandangkan kendaraan tersebut," tegasnya.
BACA JUGA:Diduga Akibat Pemotor Hilang Kendali, Kecelakaan Maut di Jalur Lahat-Empat Lawang
BACA JUGA:Piket Pospam Tugu Nanas Datangi TKP Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Prabumulih
