Kerahkan 1.060 Personel dan 561 Posko , Amankan Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 di Sumsel
Persiapan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Sumatera Selatan-Foto : Ist-
PALEMBANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mematangkan berbagai persiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2026. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar. Termasuk pengaturan operasional angkutan serta penyiapan posko pengamanan di berbagai titik.
Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Musni Wijaya SSos, mengatakan, pengaturan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB). Masa arus mudik dak balik mulai 13-30 Maret 2026. “Dalam aturan tersebut, beberapa jenis angkutan barang tertentu tidak diperbolehkan beroperasi selama periode mudik guna mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama,” ujarnya.
Selain pengaturan kendaraan, Dinas Perhubungan Sumsel juga menyiapkan ratusan posko pengamanan yang akan tersebar di berbagai lokasi strategis. Posko-posko tersebut akan menjadi pusat koordinasi bagi petugas dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada para pemudik yang melintas di wilayah Sumsel.
“Terdapat sekitar 561 posko yang disiapkan dengan dukungan personel gabungan dari berbagai instansi. Total personel yang akan diterjunkan mencapai sekitar 1.060 orang yang turut membantu pengamanan arus mudik,” bebernya.
BACA JUGA:Mudik Arah Banyuasin-Muba Lewat Tol, Selama Lebaran Ruas Palembang-Betung Fungsional 2 Arah
BACA JUGA:Pasar Km 5 Ramai Picu Jalan Kol H Barlian Macet, Aktivitas Ramadan H-14 Jelang Lebaran Ramai
Personel yang disiapkan gabungan dari Polri, TNI, Dishub, serta berbagai organisasi yang ikut terlibat dalam pengamanan. Posko-posko ini juga disiapkan oleh kabupaten dan kota, sementara provinsi turut mendukung penempatannya. Posko pengamanan tersebut nantinya akan ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti terminal, bandara, hingga jalur-jalur utama yang dilalui para pemudik.
“ Setiap daerah juga diminta menyesuaikan penempatan posko sesuai dengan kondisi dan tingkat kerawanan lalu lintas di wilayah masing-masing,” jelas Musni. Dia mengingatkan masih terdapat beberapa ruas jalan yang perlu diwaspadai oleh para pemudik, terutama jalan yang kondisinya bergelombang atau sempit.
Dinas Perhubungan juga memperhatikan adanya potensi kepadatan kendaraan pada jalur arteri yang terhubung dengan ruas tol fungsional di Sumsel. Selama arus mudik dan balik, kendaraan yang lalu lalang di jalur arteri menuju tol juga diperkirakan akan meningkat.
Pemprov Sumsel berkolaborasi dengan Bank Sumsel Babel dan PT KAI Divre III Palembang mengadakan Program Mudik Gratis 2026. Disediakan total kuota 2.912 tiket, untuk keberangkatan 16-17 Maret. Program ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Hingga 3 Maret 2026, sebanyak 1.872 orang telah mendaftar. Manajer Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengungkapkan program ini menyediakan perjalanan gratis menggunakan KA Bukit Serelo tujuan Lubuk Linggau dan KA Rajabasa tujuan Tanjungkarang.
BACA JUGA:Libur Sekolah Lebaran 2026 Resmi Panjang, Nyepi dan Idul Fitri Berdekatan
BACA JUGA:Usung Rasa Premium Nanas Lokal, Nova Cake Jadi Salah Satu Andalan Kue Lebaran di Prabumulih
Pendaftaran untuk keberangkatan 16 Maret dilakukan secara langsung di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel Bidang Perkeretaapian di Palembang dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga. Peserta juga diwajibkan mengikuti akun media sosial resmi penyelenggara.
