Enam Ruas Tol Baru Gratis Lebaran 2026, Ruas Keramasan-Jembatan Musi V Jalan Alternatif Berupa Tanah Liat
JALAN TANAH LIAT: Jalan alternatif berupa tanah liat yang dilintasi Dirlantas Polda Sumsel dan rombongan tim peninjau, karena belum selesainya beberapa titik pengerjaan perkerasan ruas Keramasan-Jembatan Musi V, yang bagian dari Jalan Tol Palembang-Betung-FOTO: TANGKAPAN LAYAR IG -
Sekretaris Jenderal ATI Kris Ade menilai peninjauan bersama ini penting untuk memastikan konsistensi standar layanan dan keselamatan pada jalur yang difungsionalkan, sekaligus menjaga kualitas informasi perjalanan bagi pengguna jalan.
“Kesiapan operasional perlu ditopang kedisiplinan penerapan standar, kesiapsiagaan personel serta kejelasan informasi di titik-titik layanan agar pengguna jalan merasa aman dan terbantu,” kata Kris.
Kolaborasi Hutama Karya bersama ATI menjadi masukan penting untuk penyempurnaan layanan menjelang Lebaran. “Kami berharap jalur tol fungsional Palembang–Betung Seksi 1–2 dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” tutup Iwan.
Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 Palembang–Rengas dan Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dengan panjang total 54,5 kilometer. Proyek ini memiliki dua Gerbang Tol, yaitu Gerbang Tol Rengas dan Gerbang Tol Pangkalan Balai, serta mencakup pekerjaan jalan utama, simpang susun, dan struktur utama berupa Jembatan Musi V sepanjang 1.684 meter.
Sebagaimana diketahui, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI melalui Instagram resminya menyebut ada enam ruas tol dengan total panjang mencapai 198 km akan dibuka fungsional secara gratis pada arus mudik dan balik Lebaran 2026.
BACA JUGA:Baru Diresmikan Oktober Tahun Lalu, Ruas Tol Baleno Makan Korban Jiwa, Ini Kejadiannya
BACA JUGA:Fungsikan 4 Ruas Tol di JTTS, Prediksi Arus Kendaraan Naik 28,71 Persen
“Ruas tol tersebut dibuka sementara dan dapat dimanfaatkan tanpa tarif selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2026,” kata Bakom RI dalam Instagram resmi @bakom.ri. Kebijakan ini diharapkan membantu mengurai kepadatan arus kendaraan serta mendukung kelancaran perjalanan pemudik menuju kampung halaman.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus mudik pertama akan terjadi pada 13 Maret 2026 dan puncak mudik kedua pada 18 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik pertama diprediksi terjadi pada 23 Maret 2026 dan puncak balik kedua pada 28 Maret 2026.
Kemenhub dalam Survei Angkutan Lebaran 2026 memprediksi sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pembukaan tol fungsional secara gratis selama libur Lebaran 2026 ini dilakukan untuk membantu distribusi lalu lintas, khususnya di titik pertemuan arus kendaraan yang selama ini kerap menjadi sumber kepadatan.
Kebijakan ini memberikan kesempatan bagi pemudik untuk lebih fleksibel mengatur jadwal perjalanan. Selain itu, biaya perjalanan dapat ditekan dan potensi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas utama dapat dikurangi.
“Untuk fungsional gratis, pembukaan tol fungsional dilakukan untuk membantu distribusi lalu lintas, terutama di titik-titik pertemuan arus kendaraan yang selama ini kerap menjadi sumber kepadatan,” ujar Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono.
Dalam rangka menyambut Lebaran 2026, disiapkan 136 rest area, 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum, serta 539 gerbang tol untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.
Pengguna jalan tol tetap diimbau mematuhi rambu lalu lintas yang terpasang. Batas kecepatan maksimal yang diberlakukan di ruas tol fungsional adalah 60 kilometer per jam. Pemudik juga diminta memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum memasuki gerbang tol.
