Klaim Tersisa 8 Persen Jalan Rusak di PJN I Sumsel, H-10 Idulfitri Sudah Bisa Dilalui Pemudik
KERUSAKAN JALAN NASIONAL: Gubernur Sumsel H Herman Deru, meninjau jalan nasional yang rusak parah, di wilayah Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, 26 Desember 2025 lalu. -FOTO: PEMPROV SUMSEL -
Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi kepadatan di exit tol Pulau Rimau, karena masih terhubung dengan jalan kabupaten sepanjang sekitar 2 kilometer sebelum kembali ke jalan nasional.
Untuk ruas Mangun Jaya hingga Muara Beliti yang sebelumnya sempat viral akibat kerusakan berat, Alfredo mengakui kondisi jalan memang sempat kurang mantap. Dari total panjang sekitar 120 km, sekitar 38 persen mengalami kerusakan berat akibat banjir besar 2023 dan 2024, kondisi jalan yang paralel sungai, serta beban kendaraan over dimension over load (ODOL).
Kini, seluruh lubang prioritas satu telah ditutup. Namun, perbaikan permanen membutuhkan penanganan struktur hingga pondasi jalan. “Untuk Lebaran ini kami pastikan aman dan fungsional, tapi memang belum sepenuhnya nyaman. Perbaikan permanen 25 km sudah dikontrak dan akan tuntas bertahap hingga 2027,” jelasnya.
BACA JUGA:THR Maret 2026 Dipastikan Cair, Harapan Baru bagi ASN dan Pekerja Sambut Idulfitri 1447 H
Alfredo juga menyoroti persoalan klasik kendaraan ODOL. Berdasarkan regulasi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kapasitas maksimal jalan nasional kelas II berkisar 8–12 ton. Namun, fakta di lapangan menunjukkan ada kendaraan bermuatan hingga 20–24 ton.
“Kerusakan jalan jadi jauh lebih cepat dari umur rencana. Ini bukan hanya soal anggaran, tetapi soal kepedulian bersama,” tegasnya. Oleh karena itu, dia mengimbau pelaku usaha dan perusahaan ekspedisi untuk mematuhi aturan demi menjaga keberlanjutan infrastruktur yang dibangun dari uang rakyat.
Secara umum, ruas Palembang hingga Jambi dipastikan aman dan nyaman dilalui. Sementara ruas Mangun Jaya hingga Muara Beliti dipastikan aman dan fungsional. Dengan waktu delapan hari tersisa menuju H-10 Lebaran, PJN I Sumsel terus bekerja siang dan malam agar pemudik dapat menikmati perjalanan yang lebih selamat, lancar, dan minim hambatan.
“Insya Allah Lebaran 2026, jalan nasional di Sumsel siap menyambut pemudik,” pungkas Alfredo.
Sebelumnya, Kepala BBPJN Sumsel Panji Krisna Wardana ST MT mengatakan total panjang jalan nasional di Pulau Sumatera mencapai lebih dari 1.500 km, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi di setiap ruas.
BACA JUGA:PJN I Sumsel Pastikan Jalan Sekayu–Musi Rawas Tetap Fungsional Saat Idulfitri 2026
Untuk kerusakan berat, saat ini penanganan difokuskan pada ruas Mangun Jaya (Musi Banyuasin) hingga Musi Rawas, yang menjadi salah satu titik penting. “Kontraktor sudah ada dan pekerjaan sudah berjalan. Targetnya ruas ini bisa fungsional pada pertengahan Maret atau sebelum H-7 Lebaran,” tambah Panji.
Kemudian jumlah lubang di ruas jalan nasional bervariasi, mulai dari sekitar 200 hingga 400 lubang di beberapa ruas. Sementara itu, di setiap ruas yang ditangani oleh PPK, rata-rata terdapat sekitar 150 lubang. Seluruhnya ditargetkan tertutup sebelum H-7 Lebaran.
Perbaikan jalan rusak dilakukan secara bertahap atau multi years, meliputi penambalan pada kerusakan parah serta pengaspalan efektif di sejumlah ruas prioritas, menyesuaikan dengan kondisi dan keterbatasan anggaran. “Tidak bisa semuanya langsung diaspal tuntas. Penanganan ini akan berlanjut hingga 2027 dan 2028,” sampainya.
