Suara Ledakan Bersahutan, Takut Tertimpa Material Rudal
LINTASAN RUDAL: Rahmat Pebrianto dari Qatar video call dengan ibunya di Pagaralam, dan kakaknya di Empat Lawang sambil memperlihatkan video lintasan rudal di langit Kota Doha, Selasa (3/3). -FOTO: IST-
Seluruh biaya penginapan dan makan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Qatar. Hotel mewah tempatnya bekerja, Waldorf Astoria Doha, kini telah dialihfungsikan menjadi tempat penampungan sementara (guest house).
"Restoran hotel ditutup untuk umum dan hanya fokus melayani tamu yang terdampar. Jam kerja karyawan juga dikurangi dan jatah libur ditambah," cerita Rahmat, alumni angkatan pertama Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang, Jurusan Seni Kuliner tahun 2016.
Di tengah ketidakpastian ini, Pemerintah Qatar bertindak cepat. Sistem peringatan dini dikirimkan secara berkala ke ponsel setiap penduduk melalui Warning Alert. Stok bahan pangan di minimarket pun dilaporkan masih mencukupi dan tetap beroperasi 24 jam.
"Alarm di handphone kami selalu berbunyi kalau ada tanda bahaya," jelasnya. Saat libur kerja, Rahmat hanya beristirahat di mess di Al Wukair yang jaraknya sekitar 40 menit dari tempat kerja dan untuk makanan sudah disiapkan untuk beberapa hari.
Bagi Rahmat dan rekan-rekan sesama WNI, tidak ada pilihan selain tetap waspada. Keinginan untuk pulang ke Tanah Air pun harus ditunda sementara karena tidak ada penerbangan yang beroperasi.
BACA JUGA:Update Perang Iran–Amerika–Israel 2026, Dari Serangan Udara ke Ancaman Perang Berkepanjangan
BACA JUGA:Perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel 2026 Meledak: Dunia di Ambang Krisis Energi
"Kami sudah pasrah dengan kondisi saat ini. Mau pulang tidak bisa, penerbangan ditutup. Kami hanya bisa berdoa. Teman-teman yang lain juga hanya bisa memberi kabar ke keluarga mereka masing-masing," ucapnya lirih.
Pihak KBRI telah mengeluarkan imbauan bagi seluruh WNI di Qatar untuk segera melaporkan data diri dan tetap tenang. Warga diminta terus memantau informasi terkini melalui saluran resmi dan tidak melakukan aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.
Peringatan keamanan ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga satu pekan ke depan, bergantung pada perkembangan situasi di kawasan tersebut.
Keluarga dan orang tua Rahmat hanya bisa mendoakan dan berpesan agar selalu waspada, patuhi imbauan dari pemerintah setempat serta menjaga kesehatan. Berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan situasi di Qatar kembali aman.
Perasaan hampir serupa dirasakan warga Palembang di Qatar. Muhammad Abrar bersama keluarganya, tinggal di Al Wakrah. “Di sini penerbangan dihentikan semua. Kapal laut juga tidak bisa melintas, Selat Hormuz ditutup Iran,” ujarnya, kepada Sumatera Ekspres.
BACA JUGA:Klaim Kematian Ayatollah Khamenei Picu Kontroversi Global di Tengah Perang
Pangkalan militer AS di Kota Doha menjadi target Iran. “Dari pangkalan militer Amerika Serikat di Doha itu ke tempat tinggal kami sekitar 35 km. Namun kami juga mendengar suara ledakan, dan rudal-rudal melintas di langit,” tuturnya.
