Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Suara Ledakan Bersahutan, Takut Tertimpa Material Rudal

LINTASAN RUDAL: Rahmat Pebrianto dari Qatar video call dengan ibunya di Pagaralam, dan kakaknya di Empat Lawang sambil memperlihatkan video lintasan rudal di langit Kota Doha, Selasa (3/3). -FOTO: IST-

Kekhawatiran Warga Sumsel di Qatar akibat Serangan Balasan Iran ke Pangkalan Militer AS

SUMATERAEKSPRES.ID - Negara-negara Arab yang memiliki pangkalan militer Amerika Serikat (AS), menjadi sasaran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Termasuk Qatar, yang cukup banyak warga asal Sumatera Selatan (Sumsel) bekerja di sana.

HENDRO - Empat Lawang

Serangan balasan ofensif Iran ini, merupakan buntut dari serangan Israel-AS, sejak Sabtu (28/2). Serangan rudal Israel menghantam sebuah gedung di Teheran itu, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Al-Khamenei.

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah (Timteng) ini, berdampak pada Qatar. Pangkalan militer AS di pinggiran kota Doha, dihujani rudal dan drone oleh Iran. Memasuki hari keempat Selasa (3/3), suasana di Doha digambarkan masih mencekam.

Rahmat Pebrianto, asal Kota Pagaralam, Sumsel, menceritakan bagaimana langit Qatar tak lagi tenteram. Dipenuhi lintasan rudal yang mengancam. “Sudah sejak hari pertama eskalasi terjadi,” ujarnya.

BACA JUGA:Update Terbaru Perang Iran vs Amerika dan Israel 2 Maret 2026: Serangan Balasan dan Situasi Terkini

BACA JUGA:4 Jenis BBM Non Subsidi di Sumsel Naik, Pertamina Tegaskan Bukan Dampak Perang Iran –AS dan Israel

Sore hari sekitar pukul 17.00 waktu setempat, rudal-rudal mulai tampak melintas di langit. Situasi semakin tegang menjelang tengah malam. "Sekitar jam 23.00, rudal kembali terlihat mengarah ke pangkalan Amerika Serikat yang berada di Qatar,” jelasnya, melalui panggilan video.

“Bahkan hingga dini hari tadi saat saya dan teman pulang kerja, rudal-rudal itu masih terlihat jelas di atas sana," ungkap Rahmat, yang sudah tiga tahun bekerja di Qatar sebagai chef di hotel berbintang.

Meski hingga saat ini dilaporkan belum ada bangunan yang rusak atau korban jiwa, namun ada beberapa rudal yang jatuh ke jalanan setelah berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran terbesar warga sipil.

"Jalanan di sini lebar dan luas. Setiap kali naik bus menuju tempat kerja, saya selalu merasa cemas kalau ada material rudal jatuh ke jalan atau tepat di atas bus kami," tambahnya. Dampak dari konflik ini tidak hanya terasa di langit, tetapi juga melumpuhkan mobilitas internasional.

Bandara Internasional di Qatar telah ditutup total sejak 28 Februari lalu, sehingga ratusan penumpang dari berbagai penjuru dunia tertahan. Jumlah tamunya sekitar 400 orang dari berbagai negara (terutama rute Eropa dan Asia) terdampar.

BACA JUGA:Situasi Terkini Perang Iran vs AS dan Israel (Maret 2026): Dari Dentuman Rudal hingga Guncangan Ekonomi Dunia

BACA JUGA:Potensi Picu Resesi Global, Dampak Perang Iran-AS dan Israel serta Blokadi Selat Hormuz

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan