Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Kepulangan Transit Tertunda, 58 Ribu Jemaah Tertahan di Arab Saudi, Pelaksanaan Umrahnya Masih Aman

TERTAHAN DI BANDARA BALI: Sejumlah maskapai Timur Tengah, seperti Qatar, Emirates, Etihad, masih tertahan parkir di Bandara Ngurah Rai, Bali, akibat rute penerbangan Timur Tengah masih ditutup.- FOTO: TANGKAPAN LAYAR INSTAGRAM-

Jubir Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengatakan konflik yang meningkat antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat menyebabkan penutupan bandara dan pembatalan penerbangan. Menimbulkan kekhawatiran terkait kepulangan jemaah Indonesia.

Sebanyak 58.000 jemaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi, setelah perang Iran vs Israel-Amerika Serikat meletus pada Sabtu (28/2). "58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi," kata Ichsan, Senin (2/3).

Untuk membantu para jemaah yang tertahan di Arab Saudi karena terdampak perang, pihaknya berupaya agar para jemaah ini bisa pulang. Berkaitan dengan skema, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan PPU selaku penanggung jawab pemberangkatan dan pemulangan jamaah serta otoritas penerbangan.

BACA JUGA:Ribuan Jemaah Padati Puncak Ziarah Kubro Palembang, Napak Tilas Dakwah Ulama Besar

BACA JUGA:7 Bulan Penyelidikan, Polda Sumsel Tetapkan 3 Tersangka Kasus Berangkatkan Jemaah Gunakan Visa Amil

"Karena ini berkaitan dengan penutupan ruang udara di berbagai negara transit," imbuhnya. Pihaknya masih berupa opsi-opsi sesuai situasi di lapangan dan tentunya menitikberatkan pada keselamatan para jemaah.

Seperti opsi menggunakan mekanisme pengalihan rute penerbangan, penjadwalan ulang kepulangan atau yang lainnya. Termasuk pula terus berkoordinasi dengan pihak di Arab Saudi memikirkan akomodasi jika para jemaah Indonesia ini tertahan cukup lama di Arab Saudi.

"Untuk pengawasan dari kita kepada jemaah juga telah membentuk tiga tim yang dihadirkan di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal Haji di Jeddah untuk berkoordinasi dan memantau jamaah kita yang berada di tanah suci," katanya.

“Data detailnya sedang kami minta ke asosiasi PPIU. Saat kami rilis sebanyak 58.873, dan pada tanggal 28 Februari-1 Maret sudah pulang dengan penerbangan direct Saudi-Indonesia sebanyak 6.247. Namun kami juga mendapatkan masih ada jemaah umrah yang berangkat," paparnya.

Meskipun jumlah jemaah yang tertunda sudah teridentifikasi, pemerintah belum bisa merinci total kerugian materiil akibat penundaan massal ini. Hal ini disebabkan adanya perbedaan harga pada setiap paket perjalanan yang ditawarkan oleh biro travel.

BACA JUGA:Belasan Calon Jemaah Umrah Siap Tempuh Jalur Hukum, Empat Kali Dijadwalkan, Tetap Gagal Berangkat

BACA JUGA:Warga Madina Nekat Bobol Celengan Masjid, Kepergok Jemaah saat Berusaha Kabur

"Untuk total biaya umrahnya kami belum bisa update karena ini juga berkaitan dengan paket layanan dari masing-masing Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU)," terangnya.

Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina buka suara menanggapi sebanyak 58 ribu jemaah umrah RI tertahan di Arab Saudi imbas perang Iran vs AS-Israel. Politikus PDI Perjuangan ini mendesak pemerintah melindungi maksimal serta mempercepat pemulangan puluhan ribu jamaah umrah Indonesia tersebut.

“Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh warga negara Indonesia, termasuk jemaah umrah, tidak hanya dalam aspek administratif, tetapi juga dalam aspek keselamatan, kepastian layanan, serta kepastian kepulangan,” tegas Selly.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan