Kepulangan Transit Tertunda, 58 Ribu Jemaah Tertahan di Arab Saudi, Pelaksanaan Umrahnya Masih Aman
TERTAHAN DI BANDARA BALI: Sejumlah maskapai Timur Tengah, seperti Qatar, Emirates, Etihad, masih tertahan parkir di Bandara Ngurah Rai, Bali, akibat rute penerbangan Timur Tengah masih ditutup.- FOTO: TANGKAPAN LAYAR INSTAGRAM-
SUMSEL, SUMATERAEKSPRES.ID - Sebanyak 58 ribu lebih jemaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi. Untuk pelaksanaan ibadah umrah masih aman, berlangsung seperti biasa. Namun kepulangannya ke Tanah Air, bagi yang transit ke negara Timur Tengah menghadapi kendala penundaan.
Dari 58 ribu jemaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi, salah satunya adalah Ihsan Pasai SE, Kepala Desa Tanjung Kukuh, Kecamatan Semendawai, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Dia dan istri baru berangkat umrah 26 Februari 2026 lalu bersama Holiday Angkasa Wisata Tour & Umroh.
”Jadi waktu perang Iran, Israel-Amerika Serikat, kami sudah di Madinah. Setelah empat hari di Madinah, hari ini kami dalam perjalanan ke Mekkah,” ucap Ihsan Pasai, melalui pesan singkat WhatsApp (WA) kepada Sumatera Ekspres, Senin (2/3).
Perjalanan religi umrah, sejauh ini menurutnya masih aman-aman saja. Baik itu di Jeddah, Madinah, dan Mekkah. “Belum tahu pulangnya nanti, jadwal kepulangannya 9 Maret nanti,” tambahnya. Saat berangkat kemarin, mereka penerbangan langsung dari Jakarta menuju Kota Jeddah, Arab Saudi.
BACA JUGA:Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan dalam Waktu Dekat, Tunggu Situasi Timur Tengah Kondusif
BACA JUGA:Mulai Persiapan Haji, Ribuan Calon Jemaah Haji Kota Palembang Ikuti Manasik
Dari informasi sementara yang didapat, penerbangan langsung (direct flight) Jakarta-Arab Saudi sejauh ini masih aman, di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. “Mudah-mudahan pulangnya nanti aman-aman saja,” harapnya.
Terpisah, jemaah umrah dari PT Zaffa Mulia Mandiri (Zaffa Tour) juga masih ada yang berada di Arab Saudi. “Total ada 160 jemaah kami yang masih melaksanakan umrah di tanah suci. Situasinya tetap aman, karena Makkah dan Madinah lokasinya juga jauh dari Riyadh," ujar GM PT Zaffa Mulia Mandiri, H Kms Ronald Rizky, kemarin.
Meski masih aman, pihaknya terus memantau situasi yang berkembang. Terus berkoordinasi dengan pemerintah serta Kerajaan Arab Saudi terkait dengan situasi dan keamanan di tanah suci. “Dari laporan petugas kami yang mendampingi jemaah umrah di Mekkah dan Madinah, situasi masih aman dan kondusif,” tegasnya.
Pihaknya memberangkatkan jemaah umrah dengan pesawat carter Saudi Arabian Airlines dan Lion Air, direct flight dari Indonesia ke tanah suci. Tanpa transit ke beberapa negara Timur Tengah. Direct flight ini rute penerbangannya di luar dari jalur peperangan.
BACA JUGA:Jumlah Jemaah Lansia Lebih Sedikit, 385 JCH Ikut Manasik Akbar
Yang dikhawatirkan kalau penerbangannya ini transit ke negara Timur Tengah lainnya, di antaranya Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain. “Jemaah umrah kami, tercepat jadwal pulangnya tanggal 6 Maret. Namun ada juga yang selesai Ramadan atau Lebaran baru pulang," ulasnya.
Untuk menjaga keamanan dan keselamatan jemaah, pihaknya terus mengingatkan jemaah untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan KBRI dan KJRI di Arab Saudi. “Kami imbau tidak melakukan perjalanan ke luar dari Makkah dan Madinah,” pungkasnya.
