Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Cekcok di WhatsApp Kok Bisa Terbunuh? Ini yang Dialami Remaja di OKU Selatan

OLAH TKP : Polisi melakukan Olah TKP perkelahian di Dusun I, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, OKU Selatan, yang merenggut nyawa remaja berinisial FAR. FOTO: IST--

OKU SELATAN, SUMATERAEKSPRES.ID -Saling ejek di WhatsApp (WA) ternyata bisa mengakibatkan terbunuhnya seseorang.

Ya, bisa saja. Setelah cekcok di layanan pesan instan itu, kedua remaja di Kabupaten OKU Selatan bertemu untuk duel dan terjadilah penusukan menggunakan senjata tajam (sajam).

BACA JUGA:Diduga Tawuran, Ternyata Duel Dua Siswa di Plaju: Dipicu Cemburu Masalah Cewek

BACA JUGA:Pemuda Tewas Saat Bela Paman, Duel Maut Gegerkan Ogan Ilir

Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Perkim, Dusun I, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua.

Remaja berusia 19 tahun berinisial FAR tewas di ujung pisau tersangka AR (19). Korban mengalami luka tusuk di dada kanan, kepala bagian belakang, serta pipi kanan.

Pascakejadian, tersangka AR diamankan tim gabungan Unit Pidum Satreskrim Polres OKU Selatan dan Unit Reskrim Polsek Muaradua, Jumat (6/2), sekitar pukul 00.30 WIB.

“Tersangka bersembunyi di rumah keluarganya,” ujar Kasi Humas Polres OKU Selatan AKP Amir Hamzah.

Amir menjelaskan, kejadiannya berlangsung Kamis (5/2), sekitar pukul 23.15 WIB. Sebelumnya, korban dan tersangka terlibat cekcok di pesan singkat WhatsApp (WA).

“Emosi memuncak hingga korban menantang pelaku untuk berkelahi. Keduanya pun sepakat bertemu di lokasi kejadian,” jelasnya.

Tersangka sempat menghubungi seseorang untuk meminjam sajam karena akan berkelahi, namun tidak dikabulkan saksi tersebut.

Namun dalam perjalanan menuju tempat duel di Jalan Perkim, Dusun I, Desa Pelangki, tersangka diam-diam mengambil sebilah pisau milik saksi.

Oleh tersangka, pisau itu disembunyikan di balik bajunya. Dia menunggu korban di depan sebuah bengkel di Jalan Perkim, Dusun I, Desa Pelangki. “Sekitar 15 menit kemudian, datang korban berboncengan sepeda motor bersama seorang temannya,” terang AKP Amir Hamzah, Sabtu (7/2).

Setelah memarkirkan sepeda motor, korban menghampiri tersangka. Sempat memukul tersangka dengan tangan kosong. “Tersangka yang tidak terima, mencabut pisau dan menikam korban berulang kali,” sambungnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan