Berman Halasan Siahaan, Runner Tapanuli Utara Taklukan 10K Sumeks Musi Run VI
FINIS TERCEPAT: Berman Halasan Siahaan menerima pengalungan medali sebagai juara 1 kategori 10K Sumeks Musi Run Seri VI setibanya di garis finis, Minggu (18/1). -Foto: kris/sumeks-
SUMATERAEKSPRES.ID - Di balik catatan waktu 33 menit 39,13 detik, ada kisah disiplin, keluarga, dan konsistensi yang mengantar Berman Halasan Siahaan ke podium tertinggi kategori 10K Sumeks Musi Run Seri VI. Berikut penuturannya.
Saya senang bisa memberikan yang terbaik di event Sumeks Musi Run Seri VI ini." Kalimat bahagia itu meluncur dari mulut Berman Halasan Siahaan sesaat setelah menyentuh garis finis di dalam Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, dalam kompleks Jakabaring Sport City, Minggu (18/1) pagi.
BACA JUGA:Meyda Angela, Atlet Renang 12 Tahun Juara 10K Sumeks Musi Run
BACA JUGA:Berman-Meyda Buktikan Dominasi Sumut-Lampung, Rebut Podium 10K Sumeks Musi Run Seri VI
Kalimat sederhana itu mewakili karakter pelari asal Tapanuli Utara tersebut: fokus, tenang, dan tidak berlebihan. Dari start hingga finis, ia berlari dengan cadence stabil dan kontrol pace yang rapi, seolah tahu persis kapan harus menekan dan kapan harus menahan diri.
Berman, kelahiran Medan, Sumatera Utara, dikenal sebagai pelari yang konsisten menjaga ritme sejak kilometer awal. "Strategi saya sederhana, menjaga pace dari start dan tetap fokus sampai kilometer terakhir," katanya.
Ia tidak terpancing euforia lomba, memilih berlari efisien dengan stride ekonomis agar energi tetap tersimpan untuk fase penentuan.
Catatan waktu 33:39,13 bukan hadir secara instan. Di balik angka itu ada jam-jam latihan panjang, pengulangan interval, long run terukur, serta cross training lewat renang—hobi pendukung yang ia tekuni untuk menjaga VO2 max dan kekuatan otot tanpa membebani sendi.
Berman menjadikan konsistensi sebagai fondasi utama karier larinya. "Saya cuma berharap bisa juara dan memberikan yang terbaik di event Musi Run," ucapnya jujur saat ditanya momen krusial lomba.
Titik balik itu hadir ketika memasuki kilometer-kilometer menanjak. Saat banyak pelari mulai kehilangan ritme, Berman tetap menjaga form dan napas.
Rute 10K Sumeks Musi Run Seri VI memang bukan lintasan ramah. "Sangat menantang karena ada tanjakan dan melewati Jembatan Ampera dengan pemandangan yang bagus dan mempesona," katanya.
Elevation gain di beberapa segmen memaksa pelari cerdas mengatur heart rate, bukan sekadar mengandalkan kecepatan mentah.
Faktor cuaca juga berperan besar. "Cuacanya sangat bagus, dingin dan berkabut, jadi sejuk dan tidak cepat lelah," ungkap Berman.
Kondisi ini membuatnya bisa menjaga pace negatif split, meningkatkan kecepatan secara bertahap tanpa overheating di kilometer akhir.
