PT Semen Baturaja Ajukan Toleransi 6 Bulan, Titan Grup Bangun Flyover Km 111
TOLERANSI WAKTU Asisten I Pemprov Sumsel ungkap pengajuan toleransi waktu melintasi jalan umum selama 6 bulan dari PTSB, kemarin. FOTO: DUDUN/SUMEKS--
Saat perusahaan lain bingung, tidak dengan Titan Group. Komitmen mereka memenuhi ketentuan UU serta mendukung kebijakan Pemprov berlanjut. Diwujudkan lewat aksi nyata peletakan batu pertama/groundbreaking pembangunan flyover Km 111 di persimpangan crossing Jalan Servo Lintas Raya (SLR) di Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.
Groundbreaking pada Jumat 16 Januari 2026 itu dilakukan Gubernur Sumsel bersama Direktur Utama PT Servo Lintas Raya Victor Budi Tanuaji dan Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih. Dihadiri Forkopimda Sumsel, Asisten I Pemprov Sumsel, Kepala BBPJN Sumsel, Forkopimda Lahat, serta perwakilan Bupati Muara Enim.
Dirut PT Servo Lintas Victor Budi Tanuaji menyampaikan, pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Gubernur Sumsel yang melarang angkutan batu bara melintasi jalan umum. “Dukungan ini diwujudkan melalui pemanfaatan flyover Km 111 yang dibangun oleh PT Titan Infra Sejahtera sebagai bagian dari sistem jalan hauling terintegrasi,” jelas dia.
Flyover Km 111 ini memiliki panjang sekitar 400 meter dengan lebar 11 meter. Waktu konstruksi 12 bulan dengan nilai investasi lebih dari Rp150 miliar. “Dengan adanya flyover ini, angkutan batu bara tidak lagi melewati jalan umum dan kegiatan hauling dapat berjalan selama 24 jam,” jelasnya.
Menurut Victor, flyover ini memiliki peran strategis dalam mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan lalu lintas, serta mendukung kelancaran arus logistik batu bara di Sumsel. “Sekitar 15 Izin Usaha Pertambangan (IUP) akan memanfaatkan jalur ini dan seluruhnya diarahkan untuk tidak lagi menggunakan jalan umum,” terangnya.
“Kami bersama asosiasi transportir berharap ada dispensasi waktu, mengingat kondisi alam dan proses konstruksi yang masih berjalan, sehingga proses produksi masih bisa berjalan sembari menyelesaikan pembangunan jalan pendukung,” tambahnya.
BACA JUGA:Saatnya Action! David: Semua Pihak Harus Komitmen Awasi Angkutan Batu Bara
Terkait anggapan bahwa jalan hauling hanya menguntungkan perusahaan, Victor menilai keberadaan jalan khusus justru memberikan manfaat bagi masyarakat. “Dengan adanya jalan hauling, jalan umum menjadi lebih aman dan nyaman.
Aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dan bahkan tumbuh, mulai dari penjual makanan, masyarakat yang ikut bekerja sebagai sopir, pencuci mobil dan penerpalan, serta banyak lagi yang bisa dilakukan masyarakat,” tandasnya. (iol/ozi/)
