Perkuat Mutu Layanan Pertanahan, Menteri Nusron Dorong Pelatihan dan Asesmen SDM Berkelanjutan
Menteri Nusron Wahid menekankan pelatihan dan asesmen SDM berkelanjutan sebagai kunci peningkatan kualitas layanan pertanahan ATR/BPN.--
SUMATERAEKSPRES.ID-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan asesmen kompetensi yang dilakukan secara berkesinambungan.
Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan profesionalisme aparatur sekaligus mendorong perbaikan kualitas layanan pertanahan kepada masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Menteri Nusron dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian ATR/BPN yang digelar di Aula Prona, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan harus diawali dengan pemetaan kompetensi aparatur secara objektif agar pengembangan SDM dapat dilakukan secara tepat sasaran.
BACA JUGA:Sepanjang 2025, ATR/BPN Borong Penghargaan Nasional atas Kinerja dan Inovasi Layanan
BACA JUGA:Sinkronisasi Program 2027, Sekjen ATR/BPN Dorong Keselarasan Kinerja Pusat dan Daerah
Menteri Nusron menjelaskan, asesmen diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan peningkatan keterampilan, penguasaan pengetahuan teknis, hingga sikap pelayanan aparatur.
Dengan demikian, pelatihan yang diberikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap kinerja pelayanan di lapangan.
Ia juga menekankan bahwa program pelatihan tidak boleh dijalankan sebatas pemenuhan formalitas atau perolehan sertifikat.
Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk memastikan bahwa materi, metode, dan penyelenggara pelatihan benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan pertanahan.
Menurutnya, ketidaksesuaian antara hasil sertifikasi dan praktik kerja di lapangan harus menjadi perhatian serius.
Jika ditemukan aparatur dengan nilai asesmen tinggi namun kinerjanya tidak mencerminkan kompetensi tersebut, maka perlu dilakukan peninjauan ulang terhadap proses pelatihan dan pengujiannya.
Selain itu, Menteri Nusron mendorong agar sejumlah pelatihan strategis yang sebelumnya terbukti efektif dapat kembali dioptimalkan pada tahun 2026.
