Ratusan Rumah Terendam, Banjir Belitang Rusakkan Jembatan Vital, Gubernur Pastikan Segera Diperbaiki
BANJIR OKU TIMUR: Gubernur Sumsel H Herman Deru, menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Posko Desa Nusa Jaya, Kecamatan Belitang III.- FOTO: PEMPROV SUMSEL/IST-
Kecamatan Belitang III menimpa 101 KK, tersebar di Desa Nusa Jaya sebanyak 52 KK, Desa Ringin Sari 15 KK, Desa Nusa Tenggara 12 KK, Desa Senumarga 12 KK, Desa Karang Sari 6 KK, dan Desa Nusa Bali 4 KK.
Di Kecamatan Belitang Mulya menimpa 126 KK, terdiri dari Desa Purwodadi sebanyak 84 KK, Desa Ulak Buntar 18 KK, Desa Tulung Sari 10 KK, Desa Rejo Sari 8 KK, serta Desa Suko Harjo 6 KK. “Di Kecamatan Semendawai Suku III, total 261 KK terdampak,” kata Iqbal.
Sebarannya di Desa Gunung Sugih sebanyak 111 KK, Desa Cahya Negeri 84 KK, Desa Taman Harjo 61 KK, dan Desa Kerujon 5 KK. Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Belitang II dan Kecamatan Buay Madang Raya (BMR). Namun tidak separah tiga kecamatan lainnya, jumlah terdampak masih dalam pendataan.
“Banjir terjadi cukup cepat karena hujan deras tanpa henti dari malam sampai pagi. Beberapa sungai meluap dan air langsung masuk ke permukiman,” ujar salah satu relawan, kemarin. Permukiman dan lahan pertanian di Desa Tugu Mulyo, Kecamatan BMR, yang sempat tergenang banjir kini airnya mulai surut.
Sementara itu, laporan dari Desa Batu Mas masih dalam proses verifikasi. Informasi awal menyebutkan ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter. “Air dikabarkan setinggi kurang lebih 60 sentimeter dan menggenangi jalan lintas provinsi di wilayah Desa Batu Mas, Kecamatan Belitang II. Kami masih cek langsung ke lapangan,” kata relawan.
BACA JUGA:Wujud Empati bagi Korban Banjir Bandang Sumatera, Puluhan Seniman Palembang Helat Konser Amal
BACA JUGA:Kecamatan Tebing Tinggi Dilanda Banjir Bandang, Gubernur Lepas Bantuan Yakesma ke Aceh Tamiang
Sementara di Kecamatan Semendawai Suku III, banjir masih menggenangi Desa Cahya Negeri. “Hingga saat ini, air belum menunjukkan tanda-tanda surut,” ungkapnya. Kondisi lebih berat terjadi di Desa Karang Marga, akses menuju desa tersebut dilaporkan terputus akibat genangan air yang cukup dalam.
“Untuk Karang Marga, akses masuk tidak bisa dilalui, tapi tim kesehatan dan bidan desa sudah berkoordinasi dengan perangkat desa setempat,” ujar relawan di lokasi. Sebagai langkah penanganan darurat, Puskesmas Taraman membuka posko kesehatan bagi warga terdampak banjir.
Selain itu, fasilitas pendidikan turut terdampak. Bangunan SD dan SMP di desa tersebut dilaporkan terendam air. “Sekolah terendam, jadi kegiatan belajar sementara dihentikan. Jalan juga macet karena air menutup sebagian ruas,” kata relawan.
Di Kabupaten Empat Lawang, banjir juga menerjang Desa Air Kelinsar di Kecamatan Ulu Musi. Hujan berintensitas tinggi pada Kamis malam (8/1) membuat air Sungai Kapuar meluap. Banjir membawa material lumpur dan pasir, menyebabkan puluhan rumah warga terdampak.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Empat Lawang, tercatat sedikitnya 26 rumah terdampak, dengan rincian 7 rumah rusak berat dan 19 rumah tergenang serta tertimbun material pasir dan lumpur setebal beberapa sentimeter.
Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Empat Lawang, Fero Ananta, menyatakan aktivitas warga di lokasi kejadian sempat lumpuh. Tumpukan material banjir yang masuk ke dalam rumah menjadi kendala utama warga untuk kembali beraktivitas normal.
“Warga yang rumahnya rusak berat saat ini telah kami ungsikan ke rumah sanak keluarga dan tetangga terdekat yang lebih aman,” ujar Fero Ananta. BPBD menerjunkan enam personel reaksi cepat ke lokasi untuk membantu proses evakuasi serta pembersihan material.
Saat ini, belasan kepala keluarga (KK) yang terdampak sangat membutuhkan uluran tangan. Beberapa kebutuhan dasar yang mendesak antara lain bahan pangan, pakaian, dan perlengkapan kebersihan untuk membersihkan material lumpur.
