Ratusan Rumah Terendam, Banjir Belitang Rusakkan Jembatan Vital, Gubernur Pastikan Segera Diperbaiki
BANJIR OKU TIMUR: Gubernur Sumsel H Herman Deru, menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Posko Desa Nusa Jaya, Kecamatan Belitang III.- FOTO: PEMPROV SUMSEL/IST-
BACA JUGA:Awal Tahun Perumnas Graha Emas Empat Lawang Terendam Banjir
Bupati OKU Timur dua periode itu mengimbau warga dan pemerintah daerah segera melaporkan apabila masih ada akses jalan, sekolah, atau fasilitas kesehatan yang terganggu dan belum tertangani. “Kita harus tetap waspada. Bersyukur itu bukan hanya diucapkan, tapi dijaga lewat tindakan,” pesan Herman Deru.
Selain peninjauan dampak banjir, pada kesempatan itu bantuan logistik diserahkan langsung kepada warga terdampak secara simbolis melalui posko di Desa Nusa Jaya. Pemprov Sumsel membawa 500 paket sembako, PMT balita 164 boks, PMT ibu hamil 320 boks, dua paket obat-obatan, serta dua paket bahan medis habis pakai.
Selain itu, dari Kementerian Sosial Regional Sumsel, bantuan sebanyak 489 paket juga turut disalurkan. Pemerintah Kabupaten OKU Timur juga menyerahkan bantuan tambahan berupa 100 paket sembako.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Bantuan ini adalah bukti bahwa negara hadir di tengah masyarakat,” tambah Herman Deru. Bupati OKU Timur Ir H Lanosin menegaskan, kehadiran pemerintah di lokasi bencana bukan sekadar simbolis.
Tetapi merupakan bentuk tanggung jawab untuk memastikan warga merasa diperhatikan dan tidak menghadapi musibah sendirian. “Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar terbantu, didengar, dan tidak merasa sendiri. Pemerintah akan terus hadir dan bergerak bersama warga,” ucapnya.
BACA JUGA:Fasilitas Vital di Kawasan Banjir Sumatera Mulai Pulih, Sekolah Kembali Beroperasi Awal Januari
Warga Desa Nusa Jaya, Parlin, menjelaskan jembatan yang amblas itu memang sudah rusak sebelumnya akibat banjir yang menggenangi wilayah mereka dalam waktu cukup lama. “Banjirnya lama dan airnya deras. Tanah di bawah jalan tergerus sedikit demi sedikit sampai akhirnya amblas,” ujarnya.
Menurutnya, jembatan tersebut bukan sekadar penghubung biasa. Jalur ini menjadi nadi aktivitas warga, mulai dari mobilitas antar desa, akses ke kebun dan sawah, hingga jalur angkutan hasil pertanian serta distribusi kebutuhan pokok.
“Kalau jembatan ini benar-benar putus, aktivitas warga bisa lumpuh. Hasil kebun susah keluar, orang mau ke desa sebelah juga terhambat,” sampainya. Kendaraan roda dua yang melintas pun harus ekstra hati-hati. Sementara kendaraan roda empat tidak berani melintas.
Sebagai langkah darurat, warga hanya mampu memasang tanda peringatan seadanya di sekitar lokasi. Potongan kayu, ranting, dan kain dipasang agar pengendara waspada. “Harapannya ada penanganan cepat. Tidak perlu langsung permanen, yang penting bisa dilewati dulu,” harapnya.
Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono turut hadir mendampingi peninjauan dampak banjir Belitang, kemarin. Kepala Pelaksana BPBD Sumsel HM Iqbal Alisyahbana SSTP MM menambahkan, dari tiga kecamatan di OKU Timur, banjir berdampak terhadap 488 kepala keluarga (KK).
BACA JUGA:Misi Kemanusiaan Bantu Korban Banjir di NAD, Ini yang Dilakukan Tim Medis FK Unsri
BACA JUGA:Gerak Cepat ERT PPA Evakuasi Warga Terdampak Banjir Bandang di Kalimantan Selatan
