Pastikan Harga BBM Stabil
STABIL : Antrian kendaraan mengisi BBM di SPBU Pahlawan, Jl Jenderal Sudirman Palembang. Pemerintah memastikan harga BBM tetap stabil pasca konflik di Venezuela. -Foto : kris samiaji/sumeks-
JAKARTA, SUMATERAEKSPRES.ID – Potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya non-subsidi pascaketegangan akibat serbuan Amerika Serikat ke Venezuela, Sabtu (3/1) lalu direspon pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Mereka memastikan bahwa pasokan energi nasional saat ini dalam batas aman, sehingga harga BBM non-subsidi tetap terkendali.
Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa pihaknya saat terus memantau dinamika geopolitik global. Terutama situasi di Venezuela, mengingat negara di benua latin itu merupakan anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
“Venezuela negara yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia sekitar 303 miliar barel. Namun kondisi tersebut belum berdampak pada sektor energi dalam negeri. Dalam jangka pendek, tidak ada rencana kenaikan harga BBM non-subsidi,” ungkap Laode.
Kisruh antara Amerika Serikat dan Venezuela kata Laode, tidak berpengaruh langsung ke pasokan BBM non subsidi di Indonesia. Hal itu karena Indonesia, tidak mengimpor minyak mentah dari Venezuela.
BACA JUGA:Toyota Rush 2026, Ketika Keiritan BBM Menjadi Bagian dari Kisah Perjalanan Keluarga
BACA JUGA:Suzuki Carry Pick Up 2026 Tampil Lebih Irit, Konsumsi BBM Naik 15 Persen
“Kita sumber crude oil-nya bukan dari Venezuela, melainkan dari wilayah lain. Jadi masih stabil, sampai saat ini tidak ada kenaikan harga,” tegas Laode.
Pemerintah kata Laode, akan terus melakukan evaluasi perkembangan harga minyak dunia sebagai langkah antisipasi. “ESDM berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga energi agar tidak membebani masyarakat maupun dunia usaha,” pungkasnya.
