Seruduk Sejumlah Mobil, Diduga Pengaruh Miras, Pengemudi Xpander Sempat Dihakimi Warga
AMANKAN : Rm saat diamankan pihak kepolisian usai sempat dihakimi warga. Tampak mobil Xpander yang dikendarainya dalam keadaan ringsek usai menabrak sejumlah mobil.- Foto : Ist-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Sebuah kendaraaan Mitsubishi Xpander sempat bikin geger di kawasan Kertapati, Palembang, Minggu (4/1) malam. Diduga, sang sopir berinisial Rm (45) warga Jl Radial, Palembang, dalam keadaan terpengaruh minuman keras dan terlibat sejumlah kecelakaan dengan kendaraan lain.
Insiden pertama berawal di Jalan Ki Merogan depan Masjid Nurul Hidayah, Kecamatan Kertapati, Palembang sekitar pukul 18.35 Wib. Dimana saat melaju dari arah Mataram menuju ke Jembatan Ogan Kertapati, mobil tersebut menyerempet sebuah mobil Fortuner dengan nomor polisi BG 1361 LDP yang dikendarai Yn, warga Jl Faqih Usman, Palembang.
Kedua pengemudinya terlibat cekcok mulut usai kecelakaan tersebut. Tapi yang terjadi kemudian, pengemudi Xpander yang melarikan diri ke arah Jembatan Ogan Kertapati, menabrak lagi sebuah mobil Daihatsu Ayla BG 1921 Z yang dikendarai EB warga Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang.
Tapi mobil tersebut terus melaju hingga menabrak lagi mobil Toyota Avanza BG 1186 UE yang dikendarai HG warga Jalan Kemas Rindo, Kertapati, Palembang. Kemudian pengemudi Xpander kembali menabrak sebuah mobil Carry BG 8638 IP yang dikendarai oleh MFT warga Jalan Kemas Rindo, Kertapati, Palembang.
BACA JUGA:
Mobil Xpander tersebut akhirnya berhasil dihentikan warga, bahkan pengemudinya sempat dihakimi warga. “Personil kita begitu mendapat laporan dari masyarakat langsung ke lokasi dan mengamankan pengemudi dari amukan warga. Pengemudi kita amankan ke Polsek Kertapati guna pemeriksaan,” ujar Kapolsek Kertapati AKP Angga Kurniawan.
Angga menyebut, bahwa pengemudi Xpander tersebut diduga dalam pengaruh minuman keras. Hingga akhirnya menabrak empat mobil, “mobilnya sudah diamankan di Pos Laka Musi II,” tandasnya.
Sementara Kanit Gakkum Polrestabes Palembang Palembang Iptu Hermanto membenarkan kejadian tersebut. “Namun dari pihak korban belum ada yang membuat laporan kepolisian,” tukasnya.
