Anggota Polisi dan TNI Terluka Jembatan Ambruk di Prabumulih, Dampak Derasnya Arus Banjir
BANJIR-JEMBATAN AMBRUK: Jembatan Kelekar di Prabumulih ambruk, Kamis sore (11/12). Aipda Arfan dan Sertu Adi Sutopo, yang tengah mengatur lalu lintas, turut jatuh bersama material jembatan. Sejumlah kawasan di Kota Prabumulih terendam banjir. -FOTO: IST-
SUMSEL, SUMATERAEKSPRES.ID - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, mencatat beberapa tinggi muka air sejumlah sungai di Sumsel mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini tentu saja berpotensi terjadinya banjir di kawasan permukiman, bila intensitas hujan yang tinggi terus terjadi.
Bencana hidrometeorologi itu pun akhirnya terjadi di Kota Prabumulih dan Kabupaten OKI. Yang cukup parah di Kota Prabumulih, dari hujan intensitas tinggi mulai Rabu malam (10/12) hingga Kamis pagi (11/12). Sejumlah kawasan di kota Nanas, terendam banjir.
Seperti di kawasan Karang Raja, Cambai, Mayasari, Tugu Kecil. Sebagian wilayah Gunung Ibul, serta sebagian wilayah Kecamatan Prabumulih Timur dan lainnya. Ketinggian air bervariasi, antara 20–70 cm, bahkan mencapai 1 meter di beberapa daerah rendah dekat aliran sungai kecil.
"Kami sudah biasa banjir, tapi kali ini airnya datang lebih cepat. Perabot banyak yang tidak sempat dipindahkan," ujar Rina (38), warga Kelurahan Karang Raja. Menurutnya, air banjir mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 03.00 saat hujan masih turun cukup deras.
BACA JUGA:Jembatan Kelekar Ambruk, Warga Muara Dua Terkejut, Arus Sungai Tinggi Diduga Jadi Pemicu
BACA JUGA:Polisi-Warga Kompak Perbaiki Jembatan Kayu Lapuk
Banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang karena air naik secara tiba-tiba.
"Kami hanya tidur 1 jam, sisanya dihabiskan untuk mengungsi dan menyelamatkan barang barang berharga," tambah Titin, warga Karang Raja.
Pada Kamis sore (11/12), warga pun dibuat panik dengan ambruknya Jembatan Kelekar, di Jl Tenggamus, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur. “Sore inilah ambruknya. Air sungai memang naik dan deras sekali,” ujar warga sekitar jembatan, Yudi, sore kemarin
Sebelum jembatan ambruk, petugas Bhabinkamtibmas sedang memantau arus air dari atas jembatan. “Tidak ada korban. Tadi sempat ada polisi yang mantau dari jembatan, mengatur atur arus lalu lintas dari atas jembatan. Kami butuh jembatan ini segera diperbaiki lagi,” harap Yudi.
Anggota tersebut adalah Aipda Arfan. Dia bersama anggota TNI Sertu Adi Sutopo, melakukan pengaturan lalu lintas di atas jembatan. Tanpa diduga, struktur jembatan tiba-tiba ambruk dan menyebabkan keduanya terjatuh bersama runtuhan material jembatan.
BACA JUGA:Kayu Jembatan Lapuk, Polisi Bersama Warga Turun Tangan Lakukan Perbaikan
BACA JUGA:Jembatan Endikat Tergenang, Pemkot Koordinasi Kementerian
