Titiek Soeharto Puji Keberhasilan Sumsel Pertahankan Surplus Pangan Nasional
KUNKER DPR-RI: Sekda Sumsel Dr Drs H Edward Candra, menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR-RI yang diketuai Siti Hediati Soeharto, Selasa (2/12).- FOTO: PEMPROV SUMSEL-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Ketua Komisi IV DPR-RI Siti Hediati Soeharto, memuji keberhasilan Provinsi Sumsel di sektor pertanian dalam mempertahankan capaian surplus pangan. Diungkapkannya usai rapat Kunjungan Kerja Komisi IV DPR-RI di Auditorium Graha Bina Praja, Palembang, Selasa (2/12).
Pertemuan strategis ini berfokus pada pembahasan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
BACA JUGA:Desa Pangkul Prabumulih Manfaatkan Halaman Kantor untuk Ketahanan Pangan
Dia mengatakan banyak menerima a masukan konstruktif dari Pemprov Sumsel, pemkab/pemkot, kepala dinas, hingga perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
“Kami mengapresiasi hasil pertanian Sumatera Selatan yang sudah mencapai surplus yang sangat banyak,” ujar Titiek Soeharto, sapaannya. Salah satu kendala utama yang harus segera dibenahi adalah saluran irigasi, baik primer maupun tersier.
Menurutnya, perbaikan irigasi sangat vital untuk meningkatkan produktivitas pertanian. “Saat ini panen hanya bisa sekali, padahal jika saluran irigasi ini diperbaiki, hasil panen bisa meningkat hingga dua kali lipat.
Ini akan kami perjuangkan di pusat agar perbaikannya segera direalisasikan, sehingga produksi pertanian Sumatera Selatan semakin meningkat,” tegasnya.
Titiek menambahkan, kunjungan kerja ini bertujuan menghimpun masukan langsung dari pemangku kepentingan di daerah termasuk petani, nelayan, dan pelaku usaha sektor pangan agar kebijakan nasional yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan lapangan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Dr Drs H Edward Candra, menegaskan peran strategis Sumsel dalam mewujudkan swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional (Asta Cita Presiden RI).
Sumsel merupakan salah satu provinsi yang ditetapkan sebagai pusat pengembangan Lumbung Pangan Nasional (Food Estate).
“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus menguatkan optimasi lahan dan cetak sawah, pemberian bantuan benih dan alsintan, penguatan Brigade Pangan, serta perlindungan kesejahteraan petani,” ujar Edward.
Komitmen Sumsel pada tahun 2025 tercermin dari target optimasi lahan sawah seluas 50.356 hektare di sembilan kabupaten/kota, serta program cetak sawah mencapai 48.000 hektare.
Kabupaten/kota di Sumsel juga memiliki keunggulan berupa potensi lahan rawa lebak mencapai 2,1 juta hektare yang menjadi kekuatan utama produksi padi, terutama di musim kemarau.
