Sejumlah kisah inspiratif lahir dari program ini. Salah satunya Siti, pengrajin batik tulis asal Pekalongan. Sebelum ikut program, ia hanya mengandalkan penjualan dari rumah dan pameran lokal.
Setelah memasarkan batiknya lewat marketplace dan Instagram, pesanan datang dari berbagai kota bahkan hingga Malaysia dan Singapura.
“Saya tak pernah membayangkan batik saya bisa dikenal sampai luar negeri. Semua berkat pendampingan dari program ini,” ujar Siti.
BACA JUGA:8 Perusahaan Game Indonesia yang Mulai Unjuk Gigi di Pasar Global
Cerita serupa juga datang dari Budi, pemilik bisnis kopi di Aceh. Berbekal pelatihan pengelolaan media sosial dan kolaborasi dengan influencer, omzet usahanya melonjak hingga 200 persen. Brand kopi miliknya kini jadi salah satu produk lokal paling dicari di pasar daring.
Komitmen Berkelanjutan Pemerintah
Program inkubasi UMKM digital ini bukan sekadar proyek sementara. Pemerintah berkomitmen menjadikannya program jangka panjang dengan dukungan lintas kementerian dan dinas daerah.
Dengan pendampingan berkelanjutan, akses teknologi, serta jejaring bisnis yang lebih luas, pemerintah menargetkan lahirnya jutaan UMKM tangguh dan inovatif. Keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian nasional sekaligus menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi masa depan.