Terdeteksi 12 Kasus HIV Baru di OKU Timur

Senin 28 Jul 2025 - 18:22 WIB
Reporter : kholid
Editor : Edi Sumeks

OKU TIMUR, SUMATERAEKSPRES.ID— Sepanjang paruh pertama tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur mencatat penambahan 12 kasus baru orang dengan HIV (ODHIV). 

Dengan demikian, saat ini tercatat sudah ada ratusan kasus HIV aktif di wilayah berjuluk Bumi Sebiduk Sehaluan itu. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan OKU Timur, Umaidah Kosim, mengungkapkan, 12 kasus baru tersebut terdeteksi melalui layanan pengobatan di fasilitas kesehatan.

"ODHIV baru ini mayoritas laki-laki usia produktif, sisanya perempuan. Penyebabnya beragam, mulai dari perilaku seksual berisiko, penularan dari pasangan, hingga hubungan sesama jenis," jelas Umaidah, Senin (28/7).

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk menghindari perilaku yang berisiko menularkan HIV. "Kalau merasakan gejala, segera periksa ke layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) ODHIV yang tersedia," katanya.

Saat ini, sambung Umaidah, terdapat 14 titik layanan PDP di Kabupaten OKU Timur, termasuk di RSUD OKU Timur dan sejumlah puskesmas. Layanan ini memberikan perawatan, dukungan, serta pengobatan berupa terapi antiretroviral (ARV) yang harus dikonsumsi seumur hidup.

BACA JUGA:Waspada Bahaya HIV Meningkat Tajam di PALI, Warung Remang Jadi Sumber Penularan Tersembunyi

BACA JUGA:Bahaya, Ratusan Wong Palembang Terpapar HIV/AIDS Didominasi oleh Kelompok Penyuka Sejenis, Ini Penyebabnya

"Virus HIV belum ada obatnya, sehingga pengobatan ARV diberikan untuk menekan perkembangan virus, menjaga daya tahan tubuh, dan mencegah infeksi penyakit lain," terangnya.

Umaidah menambahkan, HIV sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Namun, seiring waktu, virus akan melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga penderitanya rentan terserang penyakit ringan yang sulit sembuh, seperti sariawan, flu berkepanjangan, hingga TBC. "Biasanya penderita mengalami demam lebih dari tiga tahun, tubuh selalu lesu, dan sakit tidak kunjung sembuh," ujarnya.

Dinas Kesehatan OKU Timur, lanjutnya, terus mengupayakan pencegahan melalui skrining dini di delapan populasi rentan. "Skrining rutin dilakukan pada ibu hamil, lelaki seks lelaki (LSL), waria, warga binaan, pekerja di tempat prostitusi, dan sebagainya," paparnya.

Meski demikian, penanganan HIV masih menghadapi tantangan berupa stigma negatif di masyarakat. "Stigma ini membuat penderita malu atau enggan mengakui penyakitnya dan menjalani pengobatan," tutup Umaidah.

PDP bagi ODHIV di OKU Timur diberikan gratis dan terus ditingkatkan kualitas layanannya setiap tahun. 

Kategori :

Terkait