Di Ogan Ilir, jembatan pelat besi penghubung warga Pemulutan menuju Palembang rusak parah. Tepatnya berada di Desa Sungai Lebung, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir. Sejak beberapa hari terakhir, hingga kini aktivitas padat masyarakat yang melewati jembatan ini menjadi lumpuh.
BACA JUGA:Dewan Berang Pemerintah Kecolongan, Ada Jalan Crossing Tak Berizin
BACA JUGA:Siap Jalankan Keputusan MK
Warga Desa Sungai Lebung, Marzuki mengatakan jembatan ini sudah menjadi jalur alternatif vital bagi masyarakat sekitar. Mulai dari pejalan kaki, kendaraan roda dua, hingga truk kerap melewati jembatan ini.
"Sejak sekitar seminggu lalu, makin rusak parah setelah dilewati truk berat. Pelatnya jebol. Akibatnya, salah satu tiang penyangga patah dan pelat lantai jembatan retak parah, nyaris ambruk. Jadi kami bersama warga lain inisiatif tutup lubang pelat dengan papan kayu," ujarnya.
Papan-papan kayu tersebut dipikul secara bergotong royong dari kebun mereka menutupi lubang jembatan. "Susah payah kami gotong kayu ini untuk istilahnya menutupi, menambal jalan berlubang. Karena kalau tidak, kendaraan roda empat tidak bisa lewat," sebut Marzuki.
Marzuki bersama warga lainnya sekitar 5 orang selalu berjaga di jembatan tersebut selama 24 jam. Mengantisipasi setiap ada kendaraan yang lewat, terutama truk berat. Karena kondisi jembatan saat ini tidak kuat untuk dilewati kendaraan berat.
"Apalagi kalau malam, harus diawasi betul karena banyak juga pengendara dari luar yang tidak paham medan. Dikhawatirkan karena gelap, tidak tahu kalau ada jembatan rusak," tutur Marzuki.
BACA JUGA:Tiga Tiang Listrik Roboh ke Bahu Jalan
BACA JUGA:Warga Tuntut Perbaikan Jalan Pasca-IPAL
Diakuinya, kondisi jembatan yang rusak parah ini tentu berdampak pada aktivitas perekonomian warga. "Harapannya semoga segera diperbaiki. Jangan sampai ada insiden dulu, baru ada gerakan," ungkapnya.
Jembatan Sungai Lebung ini merupakan bagian dari ruas jalan provinsi. Menghubungkan Palembang dengan beberapa kecamatan di Ogan Ilir hingga Kayuagung di Ogan Komering Ilir.
Menjadi tumpuan akses bagi banyak warga. Seperti petani, pedagang, pelajar dan pekerja lain. Terlebih khawatir jika sewaktu-waktu dapat ambruk apabila tidak segera diperbaiki.
Pemkab Ogan Ilir melalui kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Ruslan menyampaikan, jembatan tersebut merupakan bagian dari jalan provinsi. Sehingga kewenangan perbaikan berada di tangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
"Jembatan rusak itu merupakan bagian jalan provinsi, jadi untuk penganggaran perbaikan ada di ranah provinsi," jelasnya.
BACA JUGA:Tiga Tiang Listrik Roboh di Jalan Jukung, Lubuklinggau Selatan II