SUMATERAEKSPRES.ID – Puluhan massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan, pada Senin (16/12/2024), menuntut perbaikan segera Jalan Lettu Karim Kadir yang telah amblas selama empat tahun terakhir.
Mereka menyuarakan kekecewaan karena Pemprov Sumsel belum mengambil langkah konkret untuk menangani kerusakan parah yang telah memakan korban jiwa dan cedera.
Koordinator aksi, Afrianto, menyatakan bahwa kondisi jalan yang rusak parah sudah menelan banyak korban.
Sejumlah warga, termasuk ibu hamil, telah jatuh dari kendaraan saat melewati jalan yang berlubang dan amblas.
"Jalan ini sudah sangat berbahaya. Banyak orang yang terluka, ada yang patah tangan dan kendaraan rusak.
BACA JUGA:Vonis Ringan Terhadap Pengancaman dengan Senjata Api Memicu Protes Keluarga Korban
BACA JUGA:BRI Rayakan Ulang Tahun ke-129 dengan Beragam Promo Spesial di Palembang
Bahkan ada ibu hamil yang terjatuh dari kendaraan. Keadaan ini sudah berlangsung empat tahun, namun hanya ditimbun tanpa perbaikan serius," tegas Afrianto dengan nada kesal.
Afrianto dan massa lainnya mendesak agar Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, segera turun tangan untuk memperbaiki jalan yang terletak di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, tersebut.
Mereka juga menuntut agar Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel serta Kepala UPTD Palembang PU BMTR Sumsel mundur karena dianggap tidak mampu menangani permasalahan tersebut secara maksimal.
"Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan menutup jalan tersebut sebagai bentuk protes," tambah Afrianto.
Menanggapi aksi tersebut, Asisten II Pemprov Sumsel, Basyaruddin Akhmad, menjelaskan bahwa perbaikan jalan tidak bisa dilakukan hanya dengan menimbun aspal. "Setiap kali kami timbun, jalan ini tetap amblas.
Solusinya adalah membangun jalan layang dengan konstruksi tiang penyangga," ujarnya.