HET Beras SPHP Naik Harga

Selasa 12 Sep 2023 - 19:47 WIB
Reporter : Edi Purnomo
Editor : Edi Purnomo

*Menjadi Rp10.900 per Kilogram

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Tak hanya harga komoditas beras di pasaran yang mengalami kenaikan, harga beras SPHP yang dipasarkan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sumsel dan Babel juga mengalami penyesuaian.

Sebelumnya harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) Bulog sebesar Rp9.450 per kilogram, sementara dari gudang Bulog dijual Rp8.300 per kilogram.

Sementara per 1 September 2023, HET beras SPHP naik menjadi Rp10.900 per kilogram dan dari gudang dijual Rp9.950 per kilogram.

Kepala Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel, Mohamad Alexander, mengakui ada kenaikan penetapan HET beras SPHP dan ini berdasarkan surat keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Dikatakan, saat ini penyaluran beras SPHP oleh Bulog diutamakan ke pasar-pasar serta berbagai macam kegiatan perdagangan seperti operasi pasar atau gerakan pangan murah.

Hal itu bertujuan untuk menstabilisasi harga beras yang saat ini mulai bergejolak di tingkat konsumen.

 "Jadi memang prioritas kita itu ke pasar-pasar dan tempat-tempat yang menyentuh langsung masyarakat," tegasnya, kemarin.

Dia merinci selama periode Januari hingga September 2023, total beras SPHP yang telah digelontorkan di Provinsi Sumsel dan Babel sebanyak 28.600 ton.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengawal penjualan beras SPHP yang tidak sesuai dengan HET.

"Supaya nanti ada tindakan, nantinya kita backlist karena beras SPHP ini tujuannya supaya masyarakat bisa menerima dengan harga murah," jelasnya.

Terkait stok beras, lanjut Alex, pihaknya mengakui tidak ada permasalahan bahkan diperkiran ketersediaan beras di Sumsel dan Babel cukup hingga awal tahun 2024.

"Kurang lebih sebanyak 24 ribu ton. Jadi stok kita aman sehingga masyarakat tak perlu belanja berlebihan atau panic buying karena stok kita semua aman," bebernya.

Untuk mengoptimalkan penyaluran bersar SPHP, di tengah kondisi naiknya harga beras, Perum Bulog pun menggelar operasi pasar di lokasi-lokasi keramaian seperti pasar tradisional, kawasan perumahan, dan Kantor Bulog Sumsel Babel, kemarin.

"Setiap hari operasi pasar kita lakukan untuk menstabilkan harga beras di wilayah Sumsel dan Babel," ujarnya.

Diakuinya, SPHP ini difokuskan untuk menstabilisasi harga beras yang saat ini mulai bergejolak di tingkat konsumen.

"Jadi memang prioritas kita itu di pasar-pasar dan memang tempat-tempat yang menyentuh langsung masyarakat," kata dia.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengawal penjualan beras SPHP yang tidak sesuai HET.

"Supaya nanti ada tindakan dan bisa di-blacklist. Karena SPHP ini tujuannya supaya masyarakat bisa menerimanya dengan harga murah," jelasnya. (yun/fad)

Tags :
Kategori :

Terkait