Program Sekolah Gratis dan Seragam Alumni

Senin 13 Jul 2026 - 18:59 WIB
Reporter : dian
Editor : Dede Sumeks

PRABUMULIH, SUMATERAEKSPRES.ID – Salah satu sekolah favorit di Kota Nanas, SMAN 3 Prabumulih kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa dari keluarga kurang mampu.

Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah menerima sebanyak 16 siswa melalui jalur afirmasi sesuai kuota yang telah ditetapkan.

BACA JUGA: SMAN 3 Prabumulih Terima 16 Siswa Jalur Afirmasi, Sekolah Pastikan Pendidikan Gratis dan Fasilitasi Seragam A

BACA JUGA:SMAN 3 Prabumulih & IGS Palembang Rebut Juara 3 SBL 2025 Usai Duel Sengit

Kepala SMAN 3 Prabumulih, Freni Listiyan, SPd, MSi, mengatakan pada tahun ajaran baru ini sekolah membuka sebanyak sembilan rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 36 siswa di setiap kelas.

"SMAN 3 Prabumulih memiliki sembilan kelas baru dengan masing-masing 36 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 siswa diterima melalui jalur afirmasi," ujar Freni, Senin (13/7).

Ia menjelaskan, jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu dan dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

"Yang mendaftar jalur afirmasi ada 83 orang, sedangkan yang diterima sebanyak 16 siswa sesuai kuota. Penentuan kelulusan mengacu pada Juknis SPMB Provinsi Sumsel, yakni berdasarkan jarak domisili terdekat dengan sekolah," jelasnya.

Ia menegaskan, pihak sekolah berupaya semaksimal mungkin meringankan beban ekonomi orang tua siswa, terutama bagi peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah penyediaan bantuan seragam sekolah melalui Program Seragam Alumni.

Program tersebut memanfaatkan seragam layak pakai yang disumbangkan oleh alumni maupun donatur. Sebelum disalurkan kepada siswa, seluruh seragam terlebih dahulu dicuci dan dirapikan agar dapat digunakan dengan nyaman.

"Untuk membantu orang tua, kami memfasilitasi bantuan seragam melalui Program Seragam Alumni. Seragam yang masih layak kami laundry terlebih dahulu, kemudian diberikan kepada siswa yang membutuhkan.

Ada juga bantuan dari para donatur. Kami tidak ingin ada siswa yang merasa berbeda atau minder karena kondisi ekonomi keluarganya," ungkapnya.

Selain bantuan seragam, Freni memastikan seluruh siswa yang diterima di SMAN 3 Prabumulih tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun selama proses pendidikan di sekolah.

"Tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun, termasuk dari komite sekolah. Semua siswa mendapatkan perlakuan yang sama tanpa membedakan latar belakang ekonomi," tegasnya.

Kategori :