SUMATERAEKSPRES.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Empat Lawang pada Rabu (8/7/2026) sore kembali meninggalkan pekerjaan rumah lama.
Pusat Kota Tebing Tinggi terpantau banjir, lengkap dengan tumpukan sampah yang terbawa arus air dan menyumbat saluran drainase.
Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan.
Genangan air kotor bercampur sampah menumpuk tepat di depan Mapolsek Tebing Tinggi dan Kantor Telkom Tebing Tinggi.
BACA JUGA:7 Kota Tercantik di Dunia yang Layak Dikunjungi Sekali Seumur Hidup, Nomor 1 Bikin Takjub!
BACA JUGA:Kesalahan Finansial di Usia 20–30 Tahun yang Sebaiknya Dihindari
Ruas jalan sepanjang puluhan meter di pusat kota pun terendam, memaksa para pengendara, khususnya roda dua, ekstra waspada saat melintas agar tidak tergelincir atau terperosok ke dalam lubang yang tertutup air.
Kondisi ini memicu kekecewaan warga setempat.
Soni, salah seorang pengendara yang melintas, mengungkapkan rasa prihatinnya karena banjir disertai sampah ini sudah menjadi langganan setiap kali hujan deras turun.
"Sampai kapan sampah seperti ini bisa diatasi? Padahal sudah sering terjadi," keluh Soni.
BACA JUGA:Perkuat Kolaborasi, BRI Sekayu Dukung Gerakan Pangan Murah bagi Kelompok Tani di Keluang
BACA JUGA:Prediksi Maroko vs Prancis: Duel Sengit dan Teka-Teki Lini Tengah Singa Atlas!
Bagi masyarakat, fenomena ini bukanlah hal baru. Warga menilai penanganan dari pihak terkait masih belum maksimal, sehingga persoalan banjir dan sampah terus berulang. Selain itu kesadaran masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan juga masih minim.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Empat Lawang untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari normalisasi saluran drainase hingga pembenahan sistem pengelolaan sampah di ibu kota kabupaten.
Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, tumpukan sampah yang berserakan di jalanan dinilai merusak estetika dan mencoreng wajah Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang sebagai pusat pemerintahan.