EMPAT LAWANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Di halaman rumah milik Liana, di Jalan Poros Empat Lawang, terlihat pemandangan yang menyegarkan mata. Tanaman kacang panjang yang ditanam kini telah memasuki masa panen.
Meski jumlahnya tak banyak, tetapi hasil panen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Liana.
Kegiatan berkebun di lahan terbatas ini bukan hanya sekadar hobi. Tanaman kacang panjang tersebut ia tanam dengan tujuan praktis yang sangat bermanfaat bagi dapur keluarganya.
‘’Hanya sedikit, cukup untuk kebutuhan sayur di rumah saja," ungkap Liana dengan senyum puas saat memanen kacang panjangnya.
Apa yang dilakukan Liana adalah bentuk nyata dari kemandirian pangan dalam skala mikro. Dengan memanfaatkan lahan sisa di samping rumah, ia membuktikan siapa pun bisa berkontribusi dalam mendukung gerakan pangan keluarga.
BACA JUGA:Manfaatkan Pekarangan, Warga Musi Rawas Raup Cuan dari Tanam Kacang Panjang
BACA JUGA:Warga Musi Rawas Tanam Kacang Panjang di Pekarangan, Penuhi Kebutuhan Sayur Harian
Gerakan ini memang tidak selalu harus dimulai dengan lahan pertanian yang luas. Justru, langkah-langkah kecil seperti yang dilakukan Liana memiliki beberapa keunggulan.
Mengetahui asal-usul sayuran yang dikonsumsi memberikan rasa aman. Karena dengan menanam sendiri, tanaman bebas dari penggunaan pestisida berlebih.
Meski terlihat sepele, memanen sayur dari halaman sendiri dapat mengurangi pengeluaran belanja harian.
Kisah Liana bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Menanam sayur di rumah bukan hanya soal hasil panen, melainkan tentang membangun kebiasaan hidup mandiri dan sehat.
BACA JUGA:Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Kacang Panjang
BACA JUGA:Humas Polres Prabumulih Panen Cabai & Kacang Panjang
"Mulai dari pot kecil atau sudut halaman dan rasakan kepuasan saat memetik hasil kerja keras sendiri untuk hidangan di meja makan keluarga kami," ujarnya.