INDRALAYA, SUMATERAEKSPRES.ID - Pengendalian preemtif perlu dilakukan sebagai upaya untuk menekan perkembangan populasi dan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Wereng Batang Cokelat (WBC).
Kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya ledakan serangan Wereng Batang Cokelat perlu ditingkatkan.
Untuk meminimalkan potensi serangan hama yang meluas, telah dilakukan gerakan pengendalian OPT WBC di Desa Soak Batok, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.
Gerakan pengendalian ini didampingi Petugas POPT, Andi Seprison, dan PPL Amril.
BACA JUGA:Cegah Hama Wereng Batang Coklat, Petani di Ogan Ilir Gunakan Pestisida Nabati
BACA JUGA:Bio-Insektisida Ramah Lingkungan Basmi Hama Padi di Ogan Ilir
"Luas pengendalian mencapai 1 hektare (ha) dengan umur tanaman 45-65 hari setelah tanam (HST), menggunakan insektisida berbahan aktif imidakloprid bantuan dari BPT Unit I Palembang," ujar Andi.
Ciri-ciri tanaman padi yang diserang hama WBC adalah warnanya berubah menjadi kekuningan, pertumbuhan terhambat, dan tanaman menjadi kerdil.
"Pada serangan yang parah, keseluruhan tanaman padi menjadi kering dan mati, perkembangan akar merana, serta bagian bawah tanaman yang terserang terlapisi jamur," ungkapnya.
Dikatakan, pihaknya merekomendasikan untuk melakukan evaluasi tiga hingga lima hari setelah dilakukan pengendalian.
BACA JUGA:Pengemposan, Cara Mudah dan Murah Berantas Tikus Sawah di Ogan Ilir
BACA JUGA:Petani Ogan Ilir Gunakan Biofungisida untuk Basmi Penyakit Kresek pada Padi
Pengendalian lanjutan menggunakan APH dilakukan apabila masih ditemukan populasi WBC, disertai pemupukan berimbang serta pengamatan lanjutan untuk memantau perkembangan OPT.